Hantavirus Mengintai dari Tikus Sehat, Waspada Debu Terkontaminasi
- 31 Mei 2026 06:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Hantavirus menjadi salah satu penyakit zoonosis yang perlu diwaspadai masyarakat karena memiliki karakteristik penularan yang berbeda dibandingkan rabies maupun flu burung. Jika pada rabies dan flu burung hewan yang terinfeksi umumnya menunjukkan gejala sakit, tikus pembawa hantavirus justru tampak sehat dan tetap beraktivitas seperti biasa.
Pimpinan Satwa Sehat Indonesia sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Brawijaya, Dr. drh. Albiruni Haryo, M.Sc., AP.Vet., menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuat keberadaan hantavirus sering kali tidak disadari oleh masyarakat.
“Tikus yang membawa hantavirus tetap bisa beraktivitas normal seperti biasa. Virusnya justru menyebar melalui sisa metabolisme seperti urine dan kotoran yang ditinggalkan di lingkungan,” ujarnya, Jumat (29/5/2026).
Menurut Albiruni, penularan hantavirus kepada manusia umumnya terjadi melalui udara yang tercemar partikel virus dari urine atau kotoran tikus yang mengering. Saat partikel tersebut bercampur dengan debu dan terhirup, virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran pernapasan.
Ia menjelaskan, risiko penularan biasanya meningkat ketika seseorang membersihkan gudang, loteng, atau ruangan yang lama tidak digunakan dan menjadi tempat aktivitas tikus. Debu yang beterbangan dari area tersebut berpotensi membawa virus dan terhirup oleh manusia.
Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat membersihkan area yang diduga terkontaminasi kotoran tikus. Langkah pembersihan yang tepat dapat membantu mengurangi risiko paparan virus.
“Jika menemukan kotoran tikus, jangan langsung disapu dalam kondisi kering. Basahi terlebih dahulu dengan disinfektan atau larutan deterjen agar risiko penyebaran virus dapat diminimalkan,” tambahnya.
Selain menerapkan prosedur pembersihan yang aman, Albiruni juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan pengendalian populasi tikus di sekitar tempat tinggal. Upaya sederhana tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran hantavirus sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi keluarga.
Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap bahaya penyakit zoonosis, diharapkan risiko penularan hantavirus dapat ditekan melalui penerapan perilaku hidup bersih dan pengelolaan lingkungan yang baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....