Overthinking Malam Hari Dipicu Pikiran Masa Lalu Berlebihan
- 22 Mei 2026 15:28 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Banyak orang mengaku lebih mudah mengalami overthinking saat malam hari. Pikiran tentang kesalahan masa lalu maupun kekhawatiran terhadap masa depan sering muncul ketika suasana mulai tenang dan aktivitas harian mulai berkurang.
Dokter spesialis kedokteran jiwa RS dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, dr. Ika Nurfarida, dalam talkshow program “Jaga Malam - Mental Health” di Pro 2 RRI Malang, Selasa (19/5/2026), mengatakan langkah pertama untuk mengatasi overthinking adalah mengenali akar masalah yang sebenarnya masih mengganggu pikiran seseorang.
“Kita perlu mengidentifikasi apa yang masih menjadi sumber pikiran tersebut. Apa yang kita rasakan dan apa yang sebenarnya masih mengganjal perlu dianalisis terlebih dahulu,” ujarnya.
Menurut dr. Ika, overthinking umumnya muncul karena seseorang terlalu memikirkan pengalaman masa lalu atau merasa cemas terhadap hal-hal yang belum tentu terjadi di masa depan. Kondisi tersebut membuat seseorang sulit menikmati kehidupan yang sedang dijalani saat ini.
“Sebagian besar overthinking itu berkaitan dengan masa lalu atau kekhawatiran terhadap masa depan. Padahal hidup kita yang sebenarnya adalah saat ini, ketika kita sedang menjalani dan merasakan sesuatu pada momen sekarang,” katanya.
Ia menjelaskan, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi overthinking adalah melatih mindfulness atau fokus pada kondisi saat ini. Dengan lebih menyadari aktivitas yang sedang dilakukan, seseorang akan lebih mudah mengendalikan pikiran negatif yang muncul berlebihan.
dr. Ika mencontohkan, banyak orang sedang melakukan suatu aktivitas sederhana seperti makan, tetapi pikirannya justru dipenuhi berbagai persoalan lain. Akibatnya, seseorang kehilangan kesempatan menikmati pengalaman yang sedang dijalani.
“Ketika kita fokus pada apa yang sedang dilakukan saat ini dan mengapresiasi apa yang sedang kita rasakan, itu dapat membantu mengurangi overthinking,” jelasnya.
Selain itu, ia juga mengajak masyarakat untuk mulai menghargai pencapaian kecil dalam kehidupan sehari-hari sebagai bagian dari menjaga kesehatan mental. Menurutnya, kebiasaan mengapresiasi diri sendiri dapat membantu seseorang merasa lebih tenang dan tidak terus-menerus terjebak dalam pikiran negatif.
“Mari belajar mengapresiasi diri sendiri. Sekecil apa pun keberhasilan yang kita capai hari ini, itu tetap layak dihargai,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....