Stres Berkepanjangan Picu Gangguan Fisik dan Mental Serius
- 12 Mei 2026 09:13 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Stres merupakan respons alami tubuh saat menghadapi tekanan, tantangan, atau ancaman dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kondisi tertentu, stres dapat membantu seseorang tetap waspada dan fokus. Namun jika berlangsung terus-menerus, stres kronis justru berisiko memicu berbagai gangguan kesehatan fisik maupun mental.
Saat seseorang mengalami stres, otak akan mengaktifkan sistem “fight or flight” yang memicu pelepasan hormon adrenalin dan kortisol. Hormon ini membuat detak jantung meningkat, tekanan darah naik, serta tubuh menjadi lebih siaga menghadapi situasi tertentu.
Dalam jangka pendek, respons tersebut tergolong normal. Namun jika stres terjadi berkepanjangan, paparan hormon stres yang terus meningkat dapat mengganggu hampir seluruh fungsi tubuh, mulai dari sistem imun hingga kesehatan jantung.
Salah satu dampak paling umum dari stres kronis adalah menurunnya daya tahan tubuh. Kondisi ini membuat seseorang lebih rentan terserang flu, infeksi, serta membutuhkan waktu pemulihan lebih lama saat sakit.
Selain melemahkan sistem kekebalan tubuh, stres juga dapat memicu peradangan kronis. Tubuh yang terus berada dalam kondisi stres cenderung memproduksi zat pemicu peradangan lebih banyak, sehingga meningkatkan risiko penyakit serius seperti gangguan jantung dan pembuluh darah.
Stres berkepanjangan juga diketahui berhubungan dengan meningkatnya tekanan darah atau hipertensi. Jika tidak dikendalikan, kondisi tersebut dapat memperbesar risiko serangan jantung maupun stroke akibat gangguan pada sistem kardiovaskular.
Tidak hanya itu, stres juga memengaruhi kesehatan pencernaan. Hubungan antara otak dan usus membuat tekanan emosional dapat memicu gangguan seperti mual, sakit perut, diare, hingga sembelit. Pada beberapa orang, stres bahkan dapat memperburuk gangguan pencernaan kronis seperti sindrom iritasi usus besar atau gastritis.
Dari sisi kesehatan mental, stres kronis dapat memicu kecemasan, depresi, hingga burnout. Seseorang yang mengalami tekanan berlebih biasanya menjadi lebih mudah marah, gelisah, sulit tidur, dan kehilangan motivasi.
Gejala fisik seperti nyeri leher, bahu pegal, punggung kaku, hingga sakit kepala berulang juga sering menjadi tanda tubuh sedang mengalami stres berlebihan. Ketegangan otot yang berlangsung terus-menerus dapat membuat tubuh terasa cepat lelah dan tidak nyaman saat beraktivitas.
Selain itu, stres dapat memengaruhi pola makan, memicu masalah kulit seperti jerawat dan eksim, hingga mengganggu siklus menstruasi serta fungsi seksual.
Para ahli kesehatan menyarankan masyarakat mulai mengenali tanda-tanda stres sejak dini dan melakukan pengelolaan yang tepat. Menjaga pola tidur, rutin berolahraga, melakukan relaksasi, serta meluangkan waktu untuk aktivitas menyenangkan dapat membantu menurunkan tingkat stres dan menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....