Puskesmas Tumpang Malang Butuh Tambahan Dokter demi Optimalisasi Layanan
- 11 Mei 2026 12:11 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Puskesmas Tumpang di Kabupaten Malang membutuhkan tambahan tenaga dokter. Fasilitas kesehatan ini menjadi rujukan pertama bagi warga Kecamatan Tumpang. Setiap hari, puskesmas menerima 150 hingga 200 pasien. Jumlah kunjungan yang tinggi ini memerlukan pelayanan cepat.
Kepala Puskesmas Tumpang, dr. Titis Ari Respatilatsih, M.Kes, mengakui keterbatasan SDM. Ia menyebut, jumlah dokter yang ada belum ideal. Kondisi ini mendorong pihaknya menerapkan beberapa strategi.
“Kami menerapkan sistem sif untuk dokter yang bertugas,” jelas dr. Titis, Senin (11/5/2026) di Tumpang. Dengan sistem ini, dokter dapat bergantian melayani pasien. Hal itu agar pelayanan tetap berjalan tanpa henti.
Puskesmas Tumpang juga memberdayakan calon dokter magang. Mereka dilibatkan untuk membantu dokter praktik. Tugas mereka meringankan beban pemeriksaan harian. Kehadiran dokter magang sedikit mengurangi antrean.
Meski demikian, dr. Titis menegaskan solusi itu bersifat sementara. “Kami tetap membutuhkan tambahan tenaga dokter permanen,” katanya. Kebutuhan ini mendesak demi peningkatan mutu layanan.
Puskesmas Tumpang melayani berbagai program kesehatan. Ada poli umum, kesehatan ibu dan anak, serta gawat darurat. Semua unit membutuhkan ketersediaan dokter yang cukup. Tanpa tambahan tenaga, pengembangan layanan terhambat.
Pihak puskesmas telah menyampaikan kebutuhan ini ke dinas terkait. Mereka mengajukan penambahan formasi dokter. dr. Titis berharap ada respons cepat dari pemerintah daerah. Penambahan ini dinilai krusial untuk memperkuat layanan primer.
Saat ini, Puskesmas Tumpang menjadi tumpuan utama warga. Masyarakat dari desa sekitar bergantung pada fasilitas ini. Ketersediaan dokter memadai akan meningkatkan kepuasan pasien. Akses kesehatan yang cepat dan tepat menjadi harapan.
Dinkes Kabupaten Malang telah menerima masukan ini dan berupaya mengajukan solusi penambahan SDM, tidak hanya di Tumpang tetapi di puskesmas lain yang padat pasien. "Untuk sementara bertahan dulu dan menjaga pelayana optimal. Karena Dinkes Kabupaten Malang memang mengajukan penambahan SDM, tetapi bergantung pada kondisi APBD dan APBN," tandas Kadinkes Kabupaten Malang drg Wiyanto Wijoyo MKes.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....