Jaga Kesehatan Mental, Risiko Serangan Jantung Bisa Ditekan
- 26 Apr 2026 13:47 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kesehatan mental memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan jantung. Stres, kecemasan, hingga gangguan tidur disebut dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung jika berlangsung dalam jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan dalam program Dialog Interaktif Malang Siang Ini yang disiarkan oleh RRI Malang pada Jumat (24/4/2026). Tema yang diangkat adalah “Cegah Serangan Jantung dengan Jiwa yang Sehat.”
Narasumber dari Yayasan Jantung Indonesia Cabang Malang Raya, Mohammad Irfan, Sst., Ners, menjelaskan bahwa kondisi stres dapat memicu peningkatan hormon seperti epinefrin dan norepinefrin dalam tubuh. Menurutnya, hormon tersebut dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah (vasokonstriksi) yang berdampak pada terganggunya aliran darah ke jantung.
“Jika berlangsung lama, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner akibat suplai darah yang tidak optimal,” ujar Irfan yang juga merupakan Ners Jantung RSSA Malang.
Sementara itu, dokter dari Universitas Brawijaya, dr. Afdhalia Khairunnisa Syammarhan, PPDS Kardiovaskular, menambahkan bahwa gangguan mental seperti depresi, kecemasan, hingga post-traumatic stress disorder (PTSD) juga berkontribusi terhadap meningkatnya risiko penyakit jantung. Ia menjelaskan, kondisi emosional yang tidak terkendali dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis secara terus-menerus, sehingga tubuh berada dalam kondisi “siaga” meskipun tidak ada ancaman nyata.
“Akibatnya, hormon stres akan terus meningkat, yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan pengentalan darah dan terbentuknya plak pada pembuluh darah jantung,” jelasnya.
Selain itu, gejala awal yang perlu diwaspadai antara lain jantung berdebar tanpa sebab, nyeri dada terutama di sisi kiri yang menjalar ke lengan atau rahang, serta disertai keringat dingin. Masyarakat diimbau untuk tidak hanya menjaga pola makan dan aktivitas fisik, tetapi juga mengelola stres dengan baik melalui pola pikir positif, aktivitas relaksasi, serta pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Upaya preventif juga dapat dilakukan melalui kegiatan komunitas seperti klub jantung sehat yang menyediakan edukasi, olahraga bersama, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. Dengan menjaga keseimbangan antara kesehatan fisik dan mental, risiko serangan jantung diharapkan dapat ditekan sejak dini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....