Kenali Gejala Kanker Tulang, Deteksi Dini Tingkatkan Peluang Sembuh

  • 12 Apr 2026 19:08 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kementerian Kesehatan RI melalui kampanye Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala kanker tulang yang kerap tidak disadari sejak awal. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel pada tulang tumbuh secara tidak normal dan membentuk tumor ganas, yang dikenal sebagai osteosarkoma.

Dalam informasi yang dibagikan melalui kanal media sosial instagram (@ayosehat.kemkes), dijelaskan bahwa nyeri tulang yang tidak kunjung hilang menjadi salah satu tanda utama yang perlu diwaspadai. Rasa nyeri tersebut biasanya semakin terasa pada malam hari atau setelah melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini sering kali dianggap sepele, padahal bisa menjadi gejala awal kanker tulang.

Selain nyeri, gejala lain yang patut diperhatikan adalah munculnya pembengkakan atau benjolan di area tulang yang terdampak. Bahkan, dalam beberapa kasus, penderita dapat mengalami patah tulang secara spontan tanpa adanya trauma yang jelas. Hal ini disebabkan oleh melemahnya struktur tulang akibat pertumbuhan sel abnormal.

Kanker tulang juga dapat menimbulkan kekakuan atau nyeri pada sendi, terutama jika tumor berada di dekat area persendian. Dampaknya, penderita bisa mengalami penurunan mobilitas atau kesulitan dalam menggerakkan bagian tubuh tertentu. Jika kondisi semakin berkembang, gejala lain seperti sesak napas dapat muncul ketika sel kanker telah menyebar ke paru-paru.

Tidak hanya gejala lokal, kanker tulang juga bisa ditandai dengan gejala sistemik seperti demam, mudah lelah, penurunan berat badan, serta kondisi tubuh yang tampak pucat. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengenali tanda-tanda ini sejak dini.

Kementerian Kesehatan juga menjelaskan bahwa penyebab pasti kanker tulang, khususnya osteosarkoma pada anak, masih belum diketahui secara jelas. Namun, penyakit ini tidak diturunkan secara langsung dari orang tua dan tidak bersifat menular, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan penularan.

Melalui edukasi ini, masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan nyeri tulang yang berlangsung lama. Deteksi dini menjadi kunci penting dalam penanganan kanker tulang, karena semakin cepat teridentifikasi, semakin besar peluang keberhasilan pengobatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....