Dokter Imbau Isolasi dan Cukupi Nutrisi saat Terinfeksi Campak
- 07 Apr 2026 02:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Dokter Spesialis Anak, Yulita Galih Pangesti, mengimbau masyarakat segera melakukan langkah penanganan yang tepat apabila terinfeksi campak. Penanganan awal difokuskan pada menjaga kondisi tubuh tetap stabil serta mencegah penularan kepada orang lain.
Menurutnya, penderita campak perlu memastikan kondisi klinis tetap baik dengan istirahat cukup serta asupan nutrisi dan cairan yang terpenuhi. Langkah tersebut penting untuk membantu proses pemulihan selama masa sakit berlangsung.
“Apabila kita terinfeksi campak, kita pastikan dulu kondisi klinisnya baik, makan minumnya cukup, istirahat cukup, dan cairannya terpenuhi,” ujar dr. Yulita, Senin (6/4/2026).
Ia menegaskan isolasi mandiri juga perlu dilakukan guna menghindari penyebaran penyakit.
Selain perawatan mandiri, pasien dianjurkan segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan diagnosis campak secara medis. Pemeriksaan diperlukan agar tenaga kesehatan dapat menilai ada tidaknya gejala penyerta atau komplikasi.
| Baca juga: Cara Mengatasi Bayi Kuning pada Bayi Baru |
Dokter akan menentukan tata laksana lanjutan sesuai kondisi pasien, terutama jika muncul gejala berat. Campak umumnya disertai demam tinggi sehingga dapat diberikan obat penurun panas sesuai anjuran medis.
Ia menambahkan, keluhan lain seperti batuk maupun mata merah juga dapat ditangani dengan obat sesuai kebutuhan setelah pemeriksaan dokter. Namun, pasien tetap diminta waspada apabila gejala memburuk dan segera mencari pertolongan medis.
“Apabila ada keluhan yang berat sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk mendapatkan tata laksana lebih lanjut,” jelasnya.
Pemberian vitamin A juga dapat dilakukan sebagai bagian dari penanganan setelah diagnosis dipastikan.
dr. Yulita juga menekankan pentingnya isolasi terutama jika terdapat anggota keluarga rentan seperti bayi dan lansia. Ia juga menyarankan penderita dewasa untuk tidak bekerja sementara waktu selama masa inkubasi agar penularan dapat dicegah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....