Anak Muda Diajak Donor sejak 17 Tahun
- 03 Apr 2026 19:56 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Kurangnya regenerasi pendonor darah menjadi perhatian bagi organisasi donor darah di Kota Malang. Selama ini, sebagian besar pendonor aktif berasal dari kalangan usia dewasa, sementara jumlah pendonor muda masih perlu ditingkatkan.
Hal ini dibahas dalam dialog Malang Siang Ini di RRI Malang dengan tema “Edukasi Donor Darah Milenial yang Menyenangkan dengan Boardgames” Kamis (2/4/2026) siang, bersama narasumber Bapak Puryadi Wakil Ketua PDDI Kota Malang dan Ferdian Kelana Founder dari Mailoka Indonesia.
Dalam dialog tersebut dijelaskan bahwa usia 17 tahun merupakan usia awal seseorang diperbolehkan menjadi pendonor darah. Karena itu, muncul gerakan untuk mengajak remaja melakukan donor darah pertama saat berusia 17 tahun atau yang dikenal dengan gerakan “Sweet 17 Donor Darah”.
Sebagai bentuk apresiasi, PDDI Kota Malang memberikan souvenir atau bingkisan bagi pelajar yang melakukan donor darah tepat di hari ulang tahunnya yang ke-17.
| Baca juga: Down Syndrome Bukan Batas Berkarya |
Selain itu, anak muda juga didorong untuk mengetahui golongan darah secara lengkap, termasuk rhesus positif atau negatif. “Hal ini penting karena rhesus negatif sangat langka di Indonesia, bahkan jumlah pendonornya sangat sedikit” jelas bapak Puryadi.
Mengetahui golongan darah dan rhesus tidak hanya bermanfaat untuk membantu orang lain, tetapi juga penting untuk diri sendiri, terutama dalam kondisi darurat medis.
“Mengetahui golongan darah itu penting, bukan hanya untuk donor, tapi juga untuk keselamatan diri sendiri,” jelas bapak Puryadi.
Melalui edukasi yang kreatif dan pendekatan yang sesuai dengan generasi muda, diharapkan kesadaran donor darah di kalangan milenial dan Gen Z semakin meningkat serta mampu menciptakan regenerasi pendonor darah di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....