Ubah Kebiasaan Buruk, agar Tubuh Tetap Bugar di Bulan Ramadan

  • 25 Feb 2026 11:49 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan membutuhkan persiapan fisik yang optimal agar tubuh tetap bugar dan produktif sepanjang hari. Melalui laman resmi Instagramnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (@ayosehat.kemkes) membagikan sejumlah tips penting untuk mengubah kebiasaan buruk saat berbuka dan sahur demi menjaga kesehatan tubuh.

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah langsung menyantap makanan berat dan gorengan saat berbuka. Kebiasaan ini dapat memicu lonjakan gula darah secara drastis (spike) yang berujung rasa kantuk berlebihan setelah makan atau yang kerap disebut “food coma”. Untuk mencegahnya, masyarakat dianjurkan membatalkan puasa dengan air putih dan 1–3 butir kurma terlebih dahulu. Memberikan jeda sekitar 15–20 menit sebelum mengonsumsi makanan utama juga membantu sistem pencernaan beradaptasi setelah seharian berpuasa.

Selain memperhatikan pola berbuka, keamanan pangan saat menyiapkan makanan juga menjadi perhatian. Saat memasak, penting untuk mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir sebelum menyentuh bahan makanan. Hindari penggunaan talenan yang sama untuk daging mentah dan makanan matang guna mencegah kontaminasi silang. Makanan matang pun sebaiknya tidak dibiarkan di suhu ruang lebih dari dua jam agar tetap aman dikonsumsi.

Kebiasaan sahur juga tak kalah penting. Mengonsumsi mi instan atau nasi putih saja dapat membuat tubuh cepat merasa lapar. Kemenkes menyarankan agar sahur tidak sekadar mengenyangkan, tetapi juga mengandung gizi seimbang. Kombinasikan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi, atau oat dengan sumber protein seperti telur, ayam, atau tempe. Asupan serat dan protein membantu menjaga energi tetap stabil hingga waktu berbuka.

Tak kalah penting, kebutuhan cairan tubuh harus tetap terpenuhi untuk mencegah dehidrasi. Kemenkes menganjurkan pola 2-4-2, yaitu dua gelas air saat berbuka, empat gelas pada malam hari setelah tarawih hingga sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Pola ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.

Dengan menerapkan pola nutrisi seimbang, menjaga higienitas makanan, serta memastikan hidrasi yang cukup, tubuh akan tetap sehat dan bugar selama Ramadan. Mengubah kebiasaan kecil saat berbuka dan sahur dapat memberikan dampak besar bagi produktivitas dan kualitas ibadah sepanjang bulan suci.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....