Tak Semua Gigi Berlubang Harus Dicabut
- 09 Feb 2026 22:46 WIB
- Malang
RRI.CO.ID,Malang - Gigi berlubang masih menjadi masalah kesehatan gigi dan mulut yang banyak dialami masyarakat. Namun, masih banyak orang yang ragu menentukan langkah penanganan saat gigi mulai berlubang.
Dalam Program Jaga Malam Spesial Info Kesehatan, dokter gigi drg. Ardiansyah Tjahjono mengatakan, “Gigi berlubang itu terjadi karena bakteri di dalam mulut memakan sisa gula dari makanan, lalu menghasilkan asam yang mengikis lapisan gigi.”
Ia menjelaskan, “Di tahap awal, lubangnya sering kali kecil dan tidak terasa. Tapi kalau dibiarkan, lubang bisa makin dalam sampai kena saraf dan baru terasa sakit.” ujarnya saat di wawancara oleh RRI Malang by phone, Selasa (10/2/2026).
Terkait penanganan, drg. Ardiansyah menegaskan, “Prinsip kami sebagai dokter gigi adalah mempertahankan gigi asli. Selama masih bisa ditambal atau dirawat, itu yang kami lakukan. Pencabutan adalah pilihan terakhir.” ujarnya
Ia juga menyampaikan, “Gigi dicabut kalau kondisinya sudah rusak parah, infeksinya berat, atau justru berisiko menjadi sumber infeksi bagi tubuh.” tambahnya
Menurutnya, kehilangan gigi tidak boleh dianggap sepele. “Kalau gigi hilang dan tidak diganti, gigi lain bisa bergeser, fungsi mengunyah terganggu, bahkan bisa memengaruhi bentuk wajah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa anak-anak lebih rentan mengalami gigi berlubang. “Lapisan gigi anak masih tipis, sementara konsumsi gula biasanya tinggi. Karena itu kebiasaan menyikat gigi sejak dini sangat penting,” kata drg. Ardiansyah.
Sebagai langkah pencegahan, ia mengimbau masyarakat, “Sikat gigi dua kali sehari pakai pasta gigi berfluoride, kurangi makanan manis, dan lakukan pemeriksaan gigi rutin setiap enam bulan.”
Ia pun menutup dengan pesan, “Jangan takut ke dokter gigi. Semakin cepat ditangani, perawatannya akan jauh lebih ringan, lebih nyaman, dan lebih murah.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....