Stunting Masih Tinggi Perlu Kolaborasi Semua Pihak
- 08 Feb 2026 16:27 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Meski berbagai program telah dijalankan, angka stunting di Indonesia masih tergolong tinggi dan tersebar di banyak daerah. Provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur masih mencatat ratusan ribu balita stunting, termasuk di wilayah Malang Raya.
Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Malang, Dr. Heny Astutik, S.Kep.Ners., M.Kes, menyebut bahwa stunting tidak hanya terjadi di perkotaan, tetapi juga di wilayah pedesaan.
“Di Malang, kasus stunting menyebar baik di kota maupun kabupaten,” ungkapnya saat menjadi narasumber Dialog Beranda Asta Cita, Minggu (8/2/2026).
Menurut Heny, tantangan terbesar adalah mencegah munculnya kasus baru.
“Sekarang fokusnya bukan hanya penanganan, tapi pencegahan agar stunting tidak muncul lagi,” ucapnya.
Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program. “Tanpa peran aktif masyarakat, program pemerintah tidak akan maksimal,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Ita Yuliani, S.ST., M.Keb, yang menilai masih banyak kendala di lapangan.
“Faktor sosial ekonomi dan keterbatasan akses pangan masih menjadi masalah utama,” jelas Ita.
Selain itu, sanitasi dan kesehatan lingkungan juga berperan besar.
“Lingkungan yang tidak sehat dan penyakit infeksi berulang dapat memperparah risiko stunting,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya perencanaan kesehatan keluarga. “Pencegahan harus dimulai sejak sebelum hamil, bukan saat anak sudah bermasalah,” kata Ita.
Melalui sinergi pemerintah, tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dan masyarakat, diharapkan upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....