Guru Sejarah Ajak Siswa Belajar lewat Kunjungan ke Situs Bersejarah

  • 29 Sep 2026 14:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pembelajaran sejarah tidak harus selalu dilakukan di dalam kelas melalui buku atau penjelasan guru. Kunjungan ke berbagai tempat bersejarah dapat menjadi alternatif pembelajaran yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa.

Guru Sejarah SMK Putra Indonesia, Fahrisyal Ainur, menerapkan metode tersebut dengan mengajak siswa mengenali berbagai situs bersejarah yang berada di sekitar tempat tinggal mereka.

Dalam dialog SPADA Kita Indonesia, Fahrisyal menjelaskan, siswa kelas 10 dan 11 diberikan tugas untuk mencari tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah di daerah masing-masing. Tempat tersebut dapat berupa situs, candi, museum, hingga cerita atau legenda yang berkembang di masyarakat.

“Anak-anak saya bagi berdasarkan tempat tinggal mereka, kemudian mereka mencari tempat-tempat bersejarah yang ada di sekitar. Mereka bisa mencari situs, candi, museum, atau bahkan legenda yang ada di daerahnya. Output-nya mereka membuat video perjalanan dan jurnal perjalanan,” ujar Fahrisyal, Senin (21/9/2026).

Menurutnya, tugas tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan siswa pada sejarah di lingkungan sekitar, tetapi juga melatih mereka dalam mencari informasi, mendokumentasikan perjalanan, serta menyampaikan kembali informasi yang diperoleh.

Sementara itu, untuk siswa kelas 11, Fahrisyal bersama sekolah tengah merencanakan perjalanan sejarah ke Surabaya dengan memanfaatkan transportasi kereta api.

“Untuk kelas 11, kami rencanakan perjalanan sejarah ke Surabaya menggunakan kereta. Kami akan mengunjungi Monumen Kapal Selam, kemudian ke Monumen 10 November atau Tugu Pahlawan. Jadi anak-anak tidak hanya belajar sejarah di kelas, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dengan mengunjungi tempat-tempat bersejarah,” tambahnya.

Fahrisyal mengatakan, kegiatan pembelajaran di luar kelas tersebut juga dirancang dengan mempertimbangkan kemampuan ekonomi siswa. Penggunaan transportasi umum dan pembagian biaya secara berkelompok menjadi salah satu upaya agar kegiatan tetap terjangkau.

Dengan metode tersebut, pembelajaran sejarah diharapkan tidak hanya membuat siswa memahami materi, tetapi juga memberikan pengalaman langsung dan mendorong mereka mengenal sejarah yang ada di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....