Pendidikan Generasi Alpha Butuh Kolaborasi Guru dan Orang Tua

  • 06 Sep 2026 13:11 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Pendidikan Generasi Alpha dinilai tidak dapat hanya mengandalkan peran guru di sekolah, tetapi membutuhkan kolaborasi antara pendidik, orang tua dan pemerintah. Kolaborasi tersebut diperlukan agar pemanfaatan teknologi tetap mendukung perkembangan anak tanpa menimbulkan ketergantungan.

Bendahara PGRI Kabupaten Pasuruan, Yeni Krisdiyanti, S.Pd., M.MPd., mengatakan waktu anak bersama guru di sekolah jauh lebih sedikit dibandingkan waktu yang mereka habiskan bersama keluarga. Karena itu, orang tua memiliki peran penting dalam mendampingi perkembangan anak setelah mereka meninggalkan lingkungan sekolah.

“Kalau sudah mendidik Gen Alpha berarti kolaborasi itu harus muncul antara guru, orang tua dan pemerintah," kata Yeni ketika dikonfirmasi RRI, Jumat (4/9/2026).

Menurut Yeni, guru tidak dapat bekerja sendiri dalam menghadapi perubahan karakter peserta didik Generasi Alpha. Demikian pula orang tua tidak seharusnya sepenuhnya menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada sekolah tanpa melakukan pendampingan di rumah.

Promotor Pasuruan Excellent Teacher 2026, Joseph Ananta, S.S., mengatakan pemanfaatan teknologi bagi anak perlu disertai pengawasan dan kegiatan lain yang membangun hubungan emosional. Hal tersebut menjadi bagian dari pembahasan dalam kegiatan Pasuruan Excellent Teacher yang berlangsung pada 5 hingga 6 September 2026.

“Bagaimana nanti orang tua juga mengambil peranan, bagaimana cara membatasi lalu nanti anak-anak ini bagaimana memiliki kegiatan-kegiatan yang bersifat emosional," terangnya.

Joseph mengatakan guru juga perlu memahami bahwa perkembangan teknologi tidak otomatis membuat seluruh proses pembelajaran harus bergantung pada perangkat digital. Teknologi dapat menjadi alat bantu, sementara hubungan emosional antara guru dan peserta didik tetap menjadi dasar dalam proses pendidikan.

Di sisi lain, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Didik Suryanto, S.Pd., M.MPd., menekankan pentingnya keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan pembentukan iman serta ketakwaan. Pemerintah Kabupaten Pasuruan, menurutnya, juga memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan melalui program Madrasah Diniyah.

“Anak-anak atau generasi Alpha ini menjadi generasi yang maju di bidang IPTEK dan juga IMTAK-nya," tegasnya.

Didik menjelaskan pendidikan Generasi Alpha diharapkan tidak hanya menghasilkan anak yang menguasai teknologi, tetapi juga memiliki dasar nilai dan karakter yang kuat. Menurutnya, kemampuan akademik dan teknologi perlu berjalan seimbang dengan pendidikan agama dan pembentukan moral.

Ia mengatakan program Madrasah Diniyah di Kabupaten Pasuruan menjadi salah satu upaya untuk melengkapi pendidikan formal yang diterima anak di sekolah. Pendidikan tersebut diharapkan turut mendukung pembentukan generasi yang mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa kehilangan landasan nilai.

Sementara itu, Yeni mengajak para guru untuk terus belajar dan menerima perubahan dalam dunia pendidikan. Menurutnya, kemampuan beradaptasi diperlukan agar guru tetap mampu mengajar dengan pendekatan yang sesuai dengan karakter peserta didik saat ini.

“Teruslah kita belajar menghadapi perubahan dan menerima perubahan itu, sehingga kita tetap bisa mengajar dengan hati atau dengan cinta," ujar Yeni.

Joseph menambahkan, pendidikan Generasi Alpha juga perlu diarahkan untuk menemukan potensi masing-masing anak. Guru diharapkan mampu memberikan dorongan agar peserta didik berani mengembangkan bakat dan mengejar cita-cita sesuai kemampuannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....