UB Terapkan Metaverse Gamification untuk Edukasi Pencegahan Penyakit di Desa

  • 16 Jul 2026 14:51 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) menghadirkan inovasi edukasi kesehatan berbasis metaverse gamificatio untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pencegahan penyakit menular dan kardiovaskular. Teknologi tersebut diterapkan melalui Program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) Skema Doktor Mengabdi 2026 di Desa Talang, Kecamatan Sendang, Kabupaten Tulungagung.

Program ini memadukan keahlian dosen lintas disiplin dari Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Fakultas Kedokteran (FK), dan Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) bersama sepuluh mahasiswa FILKOM UB. Selama satu bulan, mulai 7 Juli hingga 6 Agustus 2026, tim akan mendampingi masyarakat, khususnya anggota Karang Taruna, melalui media pembelajaran interaktif berbasis teknologi digital.

Ketua tim, Dr. Ir. Fajar Pradana, S.ST., M.Eng. menjelaskan bahwa pendekatan metaverse gamification dipilih agar materi kesehatan lebih mudah dipahami dan menarik bagi generasi muda.

“Melalui simulasi dan permainan interaktif, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai faktor risiko penyakit menular maupun kardiovaskular, tetapi juga didorong menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” katanya, Kamis (16/7/2026).

Selain edukasi kesehatan, tim juga mengembangkan program digitalisasi pelayanan pemerintahan desa melalui penerapan e-governance. Digitalisasi administrasi diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kapasitas perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi informasi.

Pada sektor pendidikan, tim turut memberikan pelatihan literasi digital bagi guru sekolah dasar di Desa Talang.

“Pelatihan tersebut difokuskan pada pemanfaatan multimedia interaktif dan platform pembelajaran daring untuk menciptakan proses belajar yang lebih kreatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi,” ungkapnya.

Program Doktor Mengabdi ini melibatkan lima dosen lintas disiplin, yakni Dr. Ir. Fajar Pradana, S.ST., M.Eng., Ir. Admaja Dwi Herlambang, S.Pd., M.Pd., Dr. Okta Purnawirawan, S.Pd., M.Pd. dari FILKOM UB, dr. Adhi Satriyo Utomo, Sp.OT. dari Fakultas Kedokteran, serta Ns. Ike Nesdia Rahmawati, S.Kep., M.Kep. dari Fakultas Ilmu Kesehatan.

Fajar menambahkan bahwa program yang dibawa tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan pengabdian selama satu bulan, tetapi diharapkan mampu membangun kapasitas masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan warga setempat.

"Kami berharap teknologi yang kami bawa benar-benar dapat dimanfaatkan masyarakat. Karena itu, kami juga memohon dukungan perangkat desa dan warga untuk membimbing mahasiswa agar program ini berjalan sesuai kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, UB berharap inovasi digital tidak hanya menjadi sarana edukasi kesehatan, tetapi juga mendorong transformasi layanan publik dan peningkatan kualitas pendidikan di desa.

Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera), SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 11 (Kota dan Permukiman Berkelanjutan).
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....