MAN 2 Kota Malang Terima Hampir Seribu Tamu Studi Tiru Sepekan
- 29 Agt 2026 18:21 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Hampir seribu tamu dari berbagai daerah di Indonesia mengunjungi MAN 2 Kota Malang untuk mempelajari tata kelola dan pengembangan program madrasah sepanjang pekan hingga Sabtu (29/8/2026).
Para tamu terdiri atas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama, Kepala Kantor Kementerian Agama, kepala madrasah, guru dan tenaga kependidikan, komite, hingga pengurus yayasan. Mereka datang untuk melihat langsung pengelolaan madrasah sekaligus menggali praktik yang dapat diterapkan di lembaga masing-masing.
Kunjungan tersebut datang dari sejumlah daerah, antara lain Sulawesi Barat, Bone, Jambi, Aceh, Jawa Barat, serta sejumlah wilayah di Jawa Tengah.
Diantaranya terdapat KKMA Jawa Tengah Koordinator Wilayah Surakarta, para kepala MAN se-Solo Raya, Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) Provinsi Jawa Tengah Koordinasi Wilayah II, serta jajaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat dan Aceh.
Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd. mengatakan, kunjungan tersebut menunjukkan adanya kebutuhan antarmadrasah untuk saling bertukar pengalaman dalam pengelolaan pendidikan.
Menurutnya, pihak madrasah terbuka untuk berbagi pengalaman, termasuk mengenai sistem pelayanan, tata kelola kelembagaan, pengembangan sumber daya manusia, serta program akademik dan nonakademik.
“MAN 2 Kota Malang terbuka untuk berbagi. Apa yang kami miliki tentu masih terus kami kembangkan. Mudah-mudahan apa yang kami lakukan dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi madrasah maupun lembaga pendidikan lainnya,” katanya.
Salah satu hal yang banyak digali peserta studi tiru adalah pengelolaan prestasi siswa. Para tamu mempelajari proses pemetaan potensi peserta didik, pembinaan, pendampingan, hingga strategi pengembangan prestasi akademik dan nonakademik.
“Selain itu, tata kelola komite, sistem pelayanan, manajemen sumber daya manusia, serta penerapan budaya Zona Integritas (ZI) juga menjadi perhatian,” ungkapnya.
Melalui kunjungan tersebut, peserta tidak hanya melihat fasilitas madrasah, tetapi juga mempelajari proses dan sistem kerja yang diterapkan dalam penyelenggaraan layanan pendidikan.
Samsudin menilai kegiatan studi tiru juga menjadi ruang untuk membangun jejaring antarlembaga pendidikan. Pertukaran pengalaman dinilai penting agar masing-masing madrasah dapat mengembangkan program sesuai kebutuhan dan karakteristik lembaganya.
“Banyaknya kunjungan dalam satu pekan menjadi momentum bagi MAN 2 Kota Malang untuk terus melakukan evaluasi dan pengembangan layanan pendidikan,” tuturnya.
Kegiatan tersebut sekaligus memperluas ruang kolaborasi antarmadrasah dalam berbagi pengalaman terkait tata kelola, pembinaan prestasi, pelayanan publik, dan penguatan budaya kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....