Pramuka Bukan Sekadar Ekskul, tetapi Miniatur Pembelajaran Berorganisasi
- 14 Agt 2026 12:05 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Perjalanan Muchammad Daffa Naufal Taqiy di Gerakan Pramuka dimulai sejak duduk di bangku SMP. Saat bersekolah di SMP Negeri 1 Malang, ia mengikuti kegiatan Pramuka sebagai bagian dari aturan sekolah yang mewajibkan setiap siswa mengikuti ekstrakurikuler.
Ketertarikannya terhadap Pramuka kemudian berlanjut. Pada 2014, Daffa berkesempatan mengikuti Jambore Daerah Jawa Timur yang diselenggarakan di Blitar. Selepas SMA hingga masa kuliah, ia tetap aktif mengikuti berbagai kegiatan kepramukaan hingga saat ini.
Perjalanan tersebut kemudian membawanya mendapat kesempatan untuk belajar menjadi bagian dari Dewan Kerja Daerah Gerakan Pramuka Jawa Timur. Setelah kembali ke Malang, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Sekretaris 1 Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Malang.
Selama bertahun-tahun mengikuti Pramuka, Daffa mengaku mendapatkan banyak pengalaman yang kemudian berguna dalam kehidupan sehari-hari maupun pekerjaannya sebagai jurnalis.
“Sekian tahun perjalanan saya mengikuti Pramuka, banyak yang saya dapat. Mulai dari disiplin waktu, kemandirian, sampai berbagai pengalaman berkegiatan.” ujar Daffa kepada RRI, Jumat (14/8/2026)
Salah satu pengalaman yang menurutnya berkesan adalah ketika mengikuti kegiatan Satuan Karya Pramuka Bahari (Saka Bahari). Dari kegiatan tersebut, ia mendapatkan kesempatan mempelajari berbagai keterampilan kebaharian hingga memperoleh lisensi menyelam dan mengikuti sertifikasi pelatihan water rescue.
Pengalaman berorganisasi di Pramuka juga dirasakan Daffa memiliki keterkaitan dengan pekerjaannya sebagai jurnalis. Menurutnya, kemampuan mengelola administrasi, berorganisasi, berkomunikasi, hingga bekerja dengan berbagai pihak menjadi bekal yang terus ia gunakan.
“Pekerjaan saya sebagai jurnalis, kepengurusan dan administrasi itu saya banyak belajar dari Pramuka. Pramuka ini seperti miniatur negara, banyak suborganisasi di dalamnya. Bahkan secara hukum juga diatur melalui undang-undang.”
Daffa sendiri merupakan lulusan Ilmu Administrasi Negara. Menurutnya, apa yang diperoleh selama berada di bangku perkuliahan tidak berhenti pada teori. Pengalaman di Gerakan Pramuka justru menjadi ruang baginya untuk mempraktikkan ilmu tersebut secara langsung melalui pengelolaan organisasi.
“Saya lulusan Ilmu Administrasi Negara. Ilmu yang saya dapatkan di kuliah, praktiknya banyak saya dapatkan di Pramuka.”
Bagi Daffa, perjalanan panjang di Gerakan Pramuka menunjukkan bahwa organisasi tersebut bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler. Pramuka menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan pendidikan karakter, keterampilan, kepemimpinan, administrasi, hingga pengalaman berorganisasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan profesional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....