Layanan BK Tak Hanya untuk Siswa Bermasalah, Ini Empat Aspek yang Ditangani
- 28 Agt 2026 14:35 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Stigma bahwa ruang Bimbingan dan Konseling (BK) hanya diperuntukkan bagi siswa yang bermasalah masih ditemukan di sejumlah sekolah. Hal tersebut disampaikan Yosalia Tefdila Wicaksana Putri, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang (UM).
Yosalia Tefdila Wicaksana Putri atau Oca merupakan mahasiswa BK angkatan 2023 yang kini memasuki semester 7. Ia juga merupakan bagian dari tim yang meraih juara tiga Lomba Bimbingan Klasikal Olimpiade Bimbingan dan Konseling 2026 di Universitas Negeri Riau (UNRI).
Dalam program Sore Ceria Pro 2 RRI Malang, Jumat (14/8/2026), Yosalia mengatakan pengalaman magangnya menunjukkan bahwa stigma terhadap BK tidak sepenuhnya hilang. Menurutnya, di beberapa sekolah tempat rekan-rekannya menjalani magang, masih terdapat pandangan bahwa layanan BK hanya berkaitan dengan siswa yang memiliki masalah.
Yosalia menjelaskan, layanan BK sebenarnya mencakup empat aspek, yaitu pribadi, sosial, karier, dan belajar.
“Aspek pribadi, sosial, karier, dan juga belajar. Jadi ada empat aspek dan empat aspek itulah yang kita berikan layanannya di sekolah,” ujarnya.
Ia menilai pemahaman mengenai fungsi BK perlu diperluas. Guru BK tidak hanya membantu menyelesaikan persoalan siswa, tetapi juga mendampingi perkembangan pribadi, hubungan sosial, perencanaan karier, hingga persoalan belajar dan prestasi.
Karena itu, Yosalia mengajak siswa untuk tidak ragu memanfaatkan layanan BK ketika membutuhkan pendampingan.
“Jangan takut untuk ke ruang BK, karena di BK bukan hanya mengurusi tentang masalah saja tetapi juga pribadi dan bidang-bidang lainnya,” katanya.
Menurut Yosalia, pemahaman tersebut penting agar layanan BK dapat dipandang sebagai bagian dari proses perkembangan siswa, bukan sekadar tempat ketika siswa menghadapi masalah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....