FEB UB Kembangkan EcoDF untuk Dukung SDGs 15 dan Lingkungan
- 13 Jul 2026 11:30 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Tim peneliti Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB UB) mengembangkan Ecological Decision Framework Universitas Brawijaya (EcoDF UB), sebuah kerangka pengambilan keputusan berbasis nilai ekologi yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, perilaku ekonomi berkelanjutan, dan kinerja lingkungan. Model ini dikembangkan untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 15: Life on Land, yang berfokus pada perlindungan, pemulihan, dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem daratan.
Penelitian dilakukan melalui kolaborasi dengan Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman, Kabupaten Mojokerto, yang berperan sebagai living laboratory bagi akademisi, praktisi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengembangkan praktik pembangunan berkelanjutan.
Tim peneliti yang terdiri atas Prof. Dr. Sri Muljaningsih dan Dr. Silvi Asna Prestianawati menjelaskan bahwa EcoDF UB menempatkan nilai ekologis sebagai dasar pengambilan keputusan individu maupun masyarakat. Menurut mereka, pembangunan berkelanjutan tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga transformasi nilai melalui pendidikan lingkungan agar kesadaran ekologis dapat diwujudkan dalam perilaku ekonomi yang mendukung kelestarian lingkungan.
"Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review berdasarkan pedoman PRISMA, yang diperdalam melalui Focus Group Discussion (FGD) bersama pengelola PPLH Seloliman, akademisi, praktisi lingkungan, pemerintah desa, dan masyarakat," Jelas Silvi Asna saat dikonfirmasi RRI Pada Senin (13/7/2026).
Sementara FGD dipimpin Direktur PPLH Seloliman, Ir. Eka Kusdiandra Wardana, S.Hut., M.Sc., IPU. Melalui thematic coding dan validasi para pemangku kepentingan, lahirlah model EcoDF UB yang menggambarkan hubungan antara nilai ekologis, pendidikan lingkungan, perilaku ekonomi berkelanjutan, dan peningkatan kinerja lingkungan.
Silvi mengatakan, hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai ekologis mampu mendorong masyarakat menerapkan pola konsumsi yang lebih bertanggung jawab melalui pengelolaan sampah berbasis 3R, pertanian organik, konservasi sumber daya air, penghijauan, serta berbagai aktivitas ekonomi ramah lingkungan. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kualitas lingkungan, menjaga keanekaragaman hayati, sekaligus mendorong efisiensi pemanfaatan sumber daya alam.
"PPLH Seloliman dipilih karena memiliki pengalaman panjang dalam pendidikan lingkungan berbasis praktik, mulai dari pertanian organik, konservasi lahan, pengelolaan sampah terpadu, perlindungan sumber daya air, hingga pemberdayaan masyarakat melalui ekonomi hijau," lanjut Silvi.
Menurutnya, selain menghasilkan model konseptual, penelitian tersebut juga memperkuat kerja sama FEB UB dan PPLH Seloliman melalui penyusunan infografis EcoDF UB, dokumentasi proses validasi FGD, serta publikasi ilmiah. Tim peneliti berharap model ini dapat direplikasi oleh lembaga pendidikan lingkungan, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan kawasan konservasi sebagai referensi penyusunan kebijakan pembangunan yang menyeimbangkan kepentingan ekonomi dengan kelestarian lingkungan.
"Pengembangan EcoDF UB sekaligus menjadi kontribusi Universitas Brawijaya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui integrasi pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, ekonomi, dan konservasi lingkungan," pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....