Produk Green Chemistry Karya UB Tawarkan Solusi Ramah Lingkungan

  • 13 Jun 2026 07:02 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pengembangan produk ramah lingkungan berbasis ilmu kimia terus menjadi fokus inovasi di Universitas Brawijaya (UB). Melalui penerapan konsep Green Chemistry, Departemen Kimia Fakultas Sains, Teknologi, dan Matematika (FSTeM) UB berhasil menghasilkan sekitar 50 produk inovatif yang tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mendukung upaya pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.

Berbagai produk tersebut merupakan hasil karya mahasiswa dan dosen yang dikembangkan melalui perkuliahan Proyek Kimia, Biofuel, Kimia Citarasa, penelitian, hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Inovasi yang dihasilkan mencakup produk pangan fungsional, biofuel, produk kimia berbasis bahan alam, material ramah lingkungan, hingga produk bioteknologi yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Ketua Departemen Kimia FSTeM UB, Anna Safitri menjelaskan bahwa seluruh produk yang dikembangkan mengacu pada prinsip-prinsip Green Chemistry, yakni pendekatan ilmu kimia yang berupaya meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan sejak tahap perancangan produk hingga proses produksinya.

“Melalui berbagai produk yang kami kembangkan, mahasiswa dan dosen menunjukkan bagaimana prinsip Green Chemistry dapat diterapkan untuk menciptakan solusi yang lebih aman, berkelanjutan, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat (13/6/2026).

Menurut Anna, penerapan Green Chemistry tidak hanya berfokus pada pengurangan limbah, tetapi juga mendorong penggunaan bahan baku terbarukan, efisiensi energi, pengurangan bahan berbahaya, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular.

Pendekatan tersebut dinilai semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan akan teknologi dan produk yang mendukung transisi menuju pembangunan rendah karbon.

“Melalui inovasi berbasis kimia hijau, berbagai persoalan lingkungan dapat diatasi tanpa mengorbankan kebutuhan industri maupun masyarakat,” tuturnya.

Ia juga menyebut, beragam inovasi yang dihasilkan juga menunjukkan bahwa ilmu kimia memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai sektor, mulai dari energi bersih, pangan, kesehatan, hingga pengelolaan lingkungan.

“Produk-produk tersebut menjadi bukti bahwa riset di perguruan tinggi dapat diterjemahkan menjadi solusi nyata yang dekat dengan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Selain mengembangkan produk inovatif, Departemen Kimia UB juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya penerapan prinsip Green Chemistry dalam kehidupan sehari-hari.

“Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan literasi sains sekaligus membangun kesadaran bahwa keberlanjutan dapat dimulai dari pilihan teknologi dan produk yang lebih ramah lingkungan,” kata dia.

Anna menegaskan bahwa inovasi yang lahir dari kampus tidak boleh berhenti di laboratorium. Hasil penelitian harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus berkontribusi terhadap penyelesaian berbagai tantangan lingkungan global.

“Kami ingin menunjukkan bahwa ilmu kimia tidak hanya berkembang di ruang kelas dan laboratorium, tetapi juga dapat menghasilkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Pengembangan produk Green Chemistry yang dilakukan Departemen Kimia UB sejalan dengan berbagai target Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada bidang kesehatan, pendidikan, energi bersih, kota berkelanjutan, dan aksi terhadap perubahan iklim.

“Ke depan, berbagai inovasi tersebut diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari solusi menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tandasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....