Ratusan Santri Jember Belajar Kelola Sampah dan Buat Eco Enzyme
- 30 Jun 2026 12:59 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Sebanyak 300 santri Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi, Kecamatan Jenggawah, Kabupaten Jember, mengikuti Seminar Edukasi Lingkungan dan Workshop Pembuatan Eco Enzyme, Senin (29/6/2026). Kegiatan yang menghadirkan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton) sebagai narasumber ini bertujuan meningkatkan kesadaran santri terhadap krisis lingkungan sekaligus membekali mereka dengan keterampilan mengelola sampah secara berkelanjutan.
Acara dibuka dengan sambutan Wakil Kepala Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi, dr. Kholisatul Widad. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman.
"Menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menumbuhkan kepedulian sejak dini, kita dapat menciptakan lingkungan pesantren yang lebih bersih, sehat, dan nyaman untuk seluruh santri," ujarnya.
Pada sesi seminar, Peneliti Ecoton, Sofi Azilan Aini, menyampaikan materi mengenai bahaya deforestasi serta ancaman mikroplastik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Ia menjelaskan bahwa kerusakan hutan dan pencemaran plastik merupakan persoalan yang saling berkaitan sehingga membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat, termasuk kalangan pesantren.
"Deforestasi dan pencemaran plastik merupakan dua persoalan lingkungan yang saling berhubungan. Mikroplastik kini telah ditemukan di berbagai komponen lingkungan bahkan di dalam tubuh manusia. Karena itu, generasi muda memiliki peran penting untuk mulai mengurangi penggunaan plastik dan menjaga kelestarian lingkungan," jelas Sofi.
Sementara itu, Praktisi Zero Waste Ecoton, Tonis Afrianto, memaparkan berbagai solusi pengelolaan sampah yang dapat diterapkan di lingkungan pesantren. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya memilah sampah dari sumber, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengolah sampah organik, hingga membangun budaya hidup minim sampah atau zero waste.
"Perubahan besar selalu dimulai dari kebiasaan kecil. Jika santri terbiasa memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, dan mengolah sampah organik, maka pesantren dapat menjadi contoh lingkungan yang bersih dan berkelanjutan," kata Tonis.
Materi mengenai mikroplastik mendapat perhatian besar dari para peserta. Salah satunya datang dari Nuril, santriwati kelas X, yang mengaku baru mengetahui bahwa partikel mikroplastik dapat masuk ke dalam tubuh manusia.
"Saya kaget dan merasa sangat teredukasi. Baru tahu kalau ada mikroplastik di dalam tubuh kita. Setelah kegiatan ini saya ingin mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, termasuk beralih dari pembalut plastik ke pembalut kain sebagai salah satu cara mengurangi sampah," ungkap Nuril.

Usai seminar, kegiatan dilanjutkan dengan workshop pembuatan eco enzyme yang dipandu langsung oleh Tonis Afrianto. Dalam sesi praktik tersebut, para santri belajar mengolah limbah organik dapur menggunakan komposisi bahan yang tepat untuk menghasilkan eco enzyme. Produk tersebut nantinya dapat dimanfaatkan sebagai cairan pembersih alami, pupuk cair, maupun pendukung pengelolaan sampah organik di lingkungan pesantren.
Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan salah satu pengajar, Muhammad Riefki Pratama. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang akan segera diterapkan bersama para santri di lingkungan pondok.
"Saya senang bisa belajar cara membuat eco enzyme dan pupuk kompos organik. Setelah kegiatan ini, saya bersama teman-teman akan mulai memilah sampah dan membuat pupuk kompos di Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi," tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi berharap para santri tidak hanya memahami isu lingkungan secara teori, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan dengan menerapkan perilaku ramah lingkungan di lingkungan pesantren, keluarga, maupun masyarakat.
Kolaborasi antara Pondok Pesantren Jalaluddin Ar-Rumi dan Ecoton diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun budaya pesantren yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui pengelolaan sampah yang bertanggung jawab serta upaya mengurangi pencemaran plastik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....