Akselerasi Pencapaian SDGs, UB Gelar Konferensi Internasional
- 11 Jun 2026 14:01 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Di tengah meningkatnya tantangan global yang ditandai ketidakpastian ekonomi, perubahan iklim, dan kesenjangan sosial, Universitas Brawijaya (UB) memperkuat perannya dalam mendorong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui penyelenggaraan International Conference for Sustainable Development Goals (ICSDGs) 2026.
Forum internasional yang diikuti sekitar
345 peserta yang terdiri dari 311 presenter, 9 poster, dan 25 peneliti muda dari 15 negara ini menjadi wadah kolaborasi global untuk menghadirkan solusi berbasis riset, inovasi, dan kemitraan lintas sektor dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Center SDGs UB tersebut mengusung tema “Sustainable Development in Times of Uncertainty: Equity, Innovation, and Resilience”.
Konferensi yang digelar di gedung algoritma FILKOM UB ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri untuk berbagi gagasan dan hasil penelitian yang mendukung pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. mengatakan bahwa ICSDGs 2026 menjadi sarana strategis untuk mendiseminasikan hasil riset dan inovasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
“Konferensi ini ditujukan untuk diseminasi hasil-hasil penelitian dan inovasi, termasuk menjadi ruang berbagi di antara para stakeholder internal, eksternal, maupun peneliti global. Mereka dapat saling menyampaikan dan mendiskusikan berbagai temuan baru yang berkontribusi terhadap pencapaian indikator-indikator SDGs,” ujarnya di sela kegiatan, Kamis (11/6/2026).
Menurut Imam, selama ini UB secara konsisten mengarahkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif SDGs. Komitmen tersebut tercermin dari peningkatan reputasi UB pada berbagai pemeringkatan internasional yang mengukur kinerja keberlanjutan perguruan tinggi.
“Peningkatan capaian UB pada indikator sustainability menunjukkan bahwa program-program yang dijalankan sivitas akademika telah memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs. Artinya, seluruh program yang kita lakukan sudah berada di jalur yang tepat,” katanya.
Untuk memperkuat kontribusi tersebut, UB akan terus melakukan akselerasi melalui berbagai program, termasuk penyelenggaraan konferensi internasional secara berkelanjutan, pemberian penghargaan kepada sivitas akademika yang berkontribusi pada SDGs, serta memperluas kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional.
Ketua Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, S.TP., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa berbagai inisiatif yang dijalankan UB bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh warga kampus terhadap pentingnya pembangunan berkelanjutan.
“Mulai dari program penghargaan, laporan sustainability fakultas, hingga konferensi ini merupakan bagian dari kampanye untuk membangun awareness bahwa kita memiliki tujuan yang sama dalam mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir UB telah menghasilkan lebih dari 6.000 publikasi ilmiah yang berkaitan dengan SDGs. Selain itu, kampus juga terus memperkuat implementasi konsep Green Campus untuk mengukur sekaligus meningkatkan capaian keberlanjutan dalam tata kelola universitas.
Sementara itu, Ketua Panitia ICSDGs 2026, Fitri Hariana Oktaviani, S.S., S.E., M.Commun., Ph.D., mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian komunitas akademik internasional terhadap isu pembangunan berkelanjutan.
“Kami juga menyelenggarakan Young Researchers Forum untuk memastikan generasi peneliti muda turut belajar dan berkontribusi dalam pencapaian SDGs,” ungkapnya.
Ia menambahkan, konferensi ini didukung oleh scientific committee dari berbagai negara di Asia dan Australia. Selain itu, penyelenggara juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah jurnal internasional bereputasi dan prosiding terindeks Scopus untuk mendukung publikasi hasil penelitian peserta.
Tak hanya itu, ICSDGs 2026 menghadirkan pembicara utama dari Indonesia, Jepang, dan Belanda yang membagikan perspektif serta praktik terbaik terkait pembangunan berkelanjutan. Pelaksanaan konferensi secara hibrida, baik luring maupun daring, memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai negara. Sebelum konferensi, UB juga menggelar SDGs Award.
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Center SDGs UB tersebut mengusung tema “Sustainable Development in Times of Uncertainty: Equity, Innovation, and Resilience”.
Konferensi yang digelar di gedung algoritma FILKOM UB ini mempertemukan akademisi, peneliti, mahasiswa, serta berbagai pemangku kepentingan dari dalam dan luar negeri untuk berbagi gagasan dan hasil penelitian yang mendukung pencapaian 17 tujuan pembangunan berkelanjutan.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Dr. Ir. Imam Santoso, MP. mengatakan bahwa ICSDGs 2026 menjadi sarana strategis untuk mendiseminasikan hasil riset dan inovasi sekaligus memperkuat kolaborasi dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan.
“Konferensi ini ditujukan untuk diseminasi hasil-hasil penelitian dan inovasi, termasuk menjadi ruang berbagi di antara para stakeholder internal, eksternal, maupun peneliti global. Mereka dapat saling menyampaikan dan mendiskusikan berbagai temuan baru yang berkontribusi terhadap pencapaian indikator-indikator SDGs,” ujarnya di sela kegiatan, Kamis (11/6/2026).
Menurut Imam, selama ini UB secara konsisten mengarahkan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam perspektif SDGs. Komitmen tersebut tercermin dari peningkatan reputasi UB pada berbagai pemeringkatan internasional yang mengukur kinerja keberlanjutan perguruan tinggi.
“Peningkatan capaian UB pada indikator sustainability menunjukkan bahwa program-program yang dijalankan sivitas akademika telah memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs. Artinya, seluruh program yang kita lakukan sudah berada di jalur yang tepat,” katanya.
Untuk memperkuat kontribusi tersebut, UB akan terus melakukan akselerasi melalui berbagai program, termasuk penyelenggaraan konferensi internasional secara berkelanjutan, pemberian penghargaan kepada sivitas akademika yang berkontribusi pada SDGs, serta memperluas kolaborasi dengan mitra nasional dan internasional.
Ketua Global Partnership and Reputation UB, Hendrix Yulis Setyawan, S.TP., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa berbagai inisiatif yang dijalankan UB bertujuan meningkatkan kesadaran seluruh warga kampus terhadap pentingnya pembangunan berkelanjutan.
“Mulai dari program penghargaan, laporan sustainability fakultas, hingga konferensi ini merupakan bagian dari kampanye untuk membangun awareness bahwa kita memiliki tujuan yang sama dalam mendukung pencapaian SDGs,” jelasnya.
Ia menambahkan, dalam lima tahun terakhir UB telah menghasilkan lebih dari 6.000 publikasi ilmiah yang berkaitan dengan SDGs. Selain itu, kampus juga terus memperkuat implementasi konsep Green Campus untuk mengukur sekaligus meningkatkan capaian keberlanjutan dalam tata kelola universitas.
Sementara itu, Ketua Panitia ICSDGs 2026, Fitri Hariana Oktaviani, S.S., S.E., M.Commun., Ph.D., mengungkapkan bahwa tingginya antusiasme peserta menunjukkan semakin besarnya perhatian komunitas akademik internasional terhadap isu pembangunan berkelanjutan.
“Kami juga menyelenggarakan Young Researchers Forum untuk memastikan generasi peneliti muda turut belajar dan berkontribusi dalam pencapaian SDGs,” ungkapnya.
Ia menambahkan, konferensi ini didukung oleh scientific committee dari berbagai negara di Asia dan Australia. Selain itu, penyelenggara juga menjalin kolaborasi dengan sejumlah jurnal internasional bereputasi dan prosiding terindeks Scopus untuk mendukung publikasi hasil penelitian peserta.
Tak hanya itu, ICSDGs 2026 menghadirkan pembicara utama dari Indonesia, Jepang, dan Belanda yang membagikan perspektif serta praktik terbaik terkait pembangunan berkelanjutan. Pelaksanaan konferensi secara hibrida, baik luring maupun daring, memungkinkan partisipasi lebih luas dari berbagai negara. Sebelum konferensi, UB juga menggelar SDGs Award.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....