Dua Mahasiswa Lolos Google Student Ambassador, Jadi Inspirasi Generasi Kampus
- 10 Jun 2026 12:09 WIB
- Malang
RRI CO. ID, Malang - Kampus mendorong mahasiswa untuk aktif mencari peluang pengembangan diri di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu bentuk dukungan tersebut terlihat dari keberhasilan dua mahasiswa STIE Malangkuçeçwara yang terpilih menjadi Google Student Ambassador pada tahun ini.
Wakil Ketua III STIE Malangkuçeçwara, Kadarusman, mengatakan institusi memberikan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas, kapasitas, dan nilai tambah yang dapat mendukung karier mereka di masa depan. Menurut dia, pengalaman sebagai Google Student Ambassador menjadi portofolio berharga karena program tersebut berada dalam lingkup internasional.
“Secara institusi, kami memberikan kesempatan kepada semua mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas dan valuenya sehingga mempunyai kapabilitas yang lebih. Itu diharapkan bisa menjadi portofolio yang bagus bagi mahasiswa,” ujar Kadarusman, Rabu, 10 Juni 2026.
Ia menjelaskan, dukungan kampus tidak hanya terbatas pada program Google. Mahasiswa didorong untuk mengikuti berbagai kegiatan yang sesuai dengan minat, bakat, dan kemampuan masing-masing agar memiliki pengalaman yang dapat memperkuat daya saing mereka.
Tahun ini, dua mahasiswa STIE Malangkuçeçwara berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador. Capaian tersebut diharapkan menjadi pemicu bagi mahasiswa lain untuk berani mengikuti program-program berskala nasional maupun internasional.
“Beruntung pada tahun ini ada dua mahasiswa yang terpilih menjadi Google Student Ambassador. Ini bisa menjadi portofolio yang bagus dalam konteks internasional karena Google merupakan perusahaan berskala global,” katanya.
Kadarusman menuturkan kampus terus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan diri sesuai minat dan passion masing-masing. Menurutnya, mahasiswa perlu proaktif mencari peluang yang tersedia di luar lingkungan kampus agar memiliki pengalaman yang lebih luas.
“Mahasiswa harus kreatif untuk mencari opportunities atau peluang yang ada di dunia luar. Bisa jadi ada informasi yang belum diketahui kampus, tetapi sudah ditemukan oleh mahasiswa dan kemudian mereka mencoba mendaftar,” ujarnya.
Selain kemampuan akademik, Kadarusman menilai keberhasilan mahasiswa mengikuti program internasional juga ditentukan oleh karakter dan sikap yang dimiliki. Kreativitas, kemampuan berpikir kritis, serta integritas menjadi aspek penting dalam proses seleksi.
“Ketika mereka membuat portofolio dan menceritakan siapa dirinya, integritas menjadi hal yang sangat penting. Jika tidak jujur, hal itu akan terlihat saat proses wawancara,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa perlu membiasakan diri untuk terus belajar dari berbagai sumber. Pembelajaran tidak hanya diperoleh melalui perkuliahan, tetapi juga dari pengalaman, komunitas, maupun aktivitas informal lainnya yang dapat meningkatkan kompetensi.
“Mahasiswa harus terus belajar, tidak hanya dari konteks formal, tetapi juga dari konteks informal,” ujar Kadarusman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....