Polinema Perkuat Pengawasan Banyumaro River Tubing dengan CCTV Surya

  • 12 Agt 2026 14:22 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tim dosen dan mahasiswa Politeknik Negeri Malang (Polinema) menerapkan sistem pengawasan visual berbasis energi surya di kawasan wisata Banyumaro River Tubing, Kabupaten Malang.

Program Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Penerapan Sistem Pengawasan Visual Berbasis Energi Surya untuk Mendukung Pengelolaan Wisata Sungai” ini mendapat pendanaan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tahun 2026.

Tim pengabdian dipimpin Gillang Al Azhar, S.S.T., M.Tr.T., bersama Septyana Riskitasari, S.S.T., M.Tr.T. dan Mochamad Muzzaki, S.T., M.T. Sejumlah mahasiswa Polinema juga dilibatkan mulai dari proses perancangan hingga pendampingan kepada mitra.

Penerapan sistem ini dilakukan untuk menjawab tantangan pengawasan jalur tubing yang cukup panjang dan berkelok. Sejumlah titik jalur juga berada jauh dari basecamp dan tidak terjangkau jaringan listrik, sehingga pemantauan secara langsung selama ini membutuhkan waktu dan tenaga lebih.

Melalui program tersebut, tim Polinema memasang dua unit perangkat pengawasan visual di titik yang dianggap penting, yakni area start dan finish jalur tubing. Setiap unit dilengkapi tiga kamera untuk memperluas jangkauan pemantauan di sekitar lokasi.

Sistem tersebut menggunakan panel surya sebagai sumber energi dan jaringan 4G untuk mengirimkan tayangan kamera. Dengan begitu, pengelola dapat memantau kondisi jalur sungai secara langsung melalui smartphone maupun komputer tanpa bergantung pada jaringan listrik.

Ketua tim pengabdian, Gillang Al Azhar, mengatakan penggunaan energi surya dipilih karena menyesuaikan kondisi lokasi wisata.

“Sebagian titik di jalur sungai tidak terjangkau jaringan listrik, sehingga panel surya menjadi jawaban yang paling masuk akal. Dengan energi mandiri, sistem ini bisa terus bekerja tanpa membebani biaya operasional mitra,” ujar Gillang, Minggu (9/8/2026)

Menurutnya, titik pemasangan kamera ditentukan berdasarkan pola aktivitas wisatawan. Area start dan finish menjadi lokasi prioritas karena menjadi titik dengan konsentrasi aktivitas yang cukup tinggi.

Selain pemasangan perangkat, tim Polinema juga memberikan pelatihan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Wringinanom. Pelatihan dilakukan dalam dua tahap.

Pelatihan pertama pada 23 Juli 2026 berfokus pada pengoperasian CCTV dan pemantauan visual. Sementara pelatihan kedua pada 31 Juli 2026 membahas pemeliharaan dasar sistem berbasis energi surya, termasuk perawatan panel, pengecekan daya, dan penanganan gangguan ringan.

Pemilik Banyumaro River Tubing, Galuh Prasetyo, menyambut baik penerapan teknologi tersebut. Menurutnya, sistem pengawasan visual membantu pengelola memantau kondisi di titik yang sebelumnya membutuhkan pengecekan secara langsung.

“Dulu untuk mengecek kondisi di titik finish, kami harus menyusuri jalur atau menunggu kabar dari pemandu. Sekarang cukup membuka ponsel, kondisi di lapangan langsung terlihat. Waktu kami jadi jauh lebih efisien dan pengambilan keputusan bisa lebih cepat,” kata Galuh.

Ia menambahkan, keberadaan kamera juga dapat dimanfaatkan untuk mendukung promosi wisata. Rekaman visual yang dihasilkan dapat menjadi bahan konten untuk memperkenalkan suasana dan aktivitas Banyumaro River Tubing kepada calon wisatawan.

Sementara itu, perwakilan Pokdarwis Desa Wringinanom, Agus, mengatakan pelatihan yang diberikan membuat pengelola lebih siap mengoperasikan sekaligus merawat perangkat.

“Awalnya kami membayangkan alat seperti ini rumit dan hanya bisa ditangani teknisi. Ternyata setelah dilatih dua kali, kami bisa mengoperasikan sendiri, bahkan sampai perawatan panel suryanya,” ujar Agus.

Dengan adanya sistem pengawasan visual tersebut, pengelola dapat memantau titik start dan finish secara bersamaan tanpa harus menambah personel untuk melakukan pengecekan secara langsung.

Tim Polinema berharap penerapan teknologi ini tidak hanya memperkuat pengawasan dan keselamatan wisatawan, tetapi juga meningkatkan kemampuan Pokdarwis dalam mengelola teknologi secara mandiri.

Selain itu, keberadaan kamera diharapkan dapat dimanfaatkan untuk mendukung promosi digital Banyumaro River Tubing, sehingga teknologi yang diterapkan tidak hanya memberikan manfaat dari sisi keamanan, tetapi juga membantu pengembangan destinasi wisata.

Program ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi perguruan tinggi dan masyarakat dalam menerapkan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....