Pentingnya Peran Orang Tua dalam Menjaga Mental Anak dalam Akademik

  • 18 Mei 2026 12:51 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Tekanan akademik tidak hanya memengaruhi prestasi belajar, tetapi juga berdampak pada kesehatan mental anak. Karena itu, peran orang tua dinilai sangat penting dalam membantu anak menghadapi kegagalan dan bangkit dari tekanan.

Mentor Castle Rock, Laura Citra Widiyanti dan Harvi Wahyu Putriadi menekankan rumah seharusnya menjadi tempat paling aman bagi anak ketika mengalami kegagalan, bukan justru menjadi sumber tekanan tambahan.

Harvi mengatakan, orang tua perlu memberikan dukungan emosional agar anak merasa diterima dan mampu belajar dari kegagalan yang dialami.

“Orang tua tidak seharusnya menjadikan rumah sebagai tempat menghakimi anak. Mereka perlu diyakinkan bahwa kegagalan adalah proses belajar yang dialami oleh semua orang,” ujar Harvi, Senin (18/5/2026).

Menurutnya, tekanan dari lingkungan keluarga sering kali memperburuk kondisi mental anak, terutama ketika anak kerap dibandingkan dengan saudara atau teman sebaya yang dianggap lebih berhasil. Situasi tersebut dapat memunculkan rasa takut mengecewakan orang tua sehingga anak memilih memendam masalah akademiknya sendiri.

Sementara itu, Laura menilai komunikasi terbuka menjadi langkah penting untuk membantu anak menghadapi hambatan akademik. Ia mendorong anak agar berani menyampaikan kondisi yang sedang dialami kepada orang tua.

“Jadi untuk anak, entah itu pelajar atau mahasiswa, lebih baik membangun komunikasi langsung dan jujur kepada orang tua ketika menghadapi hambatan akademik serta sampaikan rencana ke depannya,” kata Laura.

Laura menjelaskan, komunikasi yang baik akan memudahkan orang tua memahami kondisi anak sekaligus memberikan dukungan yang dibutuhkan. Sikap suportif dari keluarga juga dinilai dapat membantu anak lebih cepat bangkit dari kegagalan.

Selain dukungan keluarga, kedua mentor tersebut juga menekankan pentingnya membangun growth mindset atau pola pikir berkembang. Pola pikir ini membuat seseorang percaya bahwa kemampuan dapat terus berkembang melalui proses belajar, evaluasi, dan perbaikan strategi.

Dengan pola pikir tersebut, anak diharapkan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan akademik dan mampu melihat tantangan sebagai bagian dari proses pembelajaran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....