UNESCO Apresiasi UB Jadi Penggerak Isu Global dan Keberlanjutan Air
- 11 Mei 2026 13:25 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) mendapat apresiasi dari Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO atas perannya dalam mendorong berbagai isu global UNESCO melalui program akademik dan penguatan kerja sama internasional. UB dinilai menjadi salah satu perguruan tinggi yang aktif mengintegrasikan nilai-nilai UNESCO ke dalam pengembangan kampus dan jejaring global.
Hal tersebut disampaikan Ir. Ananto Kusuma Seta, Ph.D., Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO saat menjadi pembicara dalam forum Minggu Hemat Air Sedunia di auditorium UB, Senin (11/5/2026). Dalam forum tersebut, ia membawakan materi bertajuk “Water for All People: Science, Policy, and Inclusive Action”.
Ananto mengatakan, UB menjadi perguruan tinggi yang menonjol karena berani tampil sebagai penggerak isu-isu UNESCO di Indonesia, khususnya terkait keberlanjutan lingkungan dan pengelolaan sumber daya air.
“Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO memberikan apresiasi kepada Universitas Brawijaya karena telah menjadi driver dalam kerja sama dengan UNESCO. UB menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Indonesia yang berani menggelorakan isu-isu UNESCO melalui program-program internal kampus,” kata Ananto.
Menurutnya, langkah UB tidak berhenti pada penerjemahan laporan UNESCO terkait sumber daya air dunia ke dalam Bahasa Indonesia, tetapi juga terus berkembang menuju penguatan posisi internasional melalui pengajuan program UNESCO Chair.
“Universitas Brawijaya saat ini sedang berproses mendaftarkan diri sebagai bagian dari jejaring universitas dunia melalui program UNESCO Chair. Ini langkah besar untuk meningkatkan reputasi UB di level global,” ujarnya.
Ia menilai penguatan kolaborasi bersama UNESCO menjadi keunggulan tersendiri bagi UB dalam membangun posisi sebagai kampus yang aktif menjawab tantangan global melalui pendidikan, riset, dan kolaborasi internasional.
Lebih lanjut, Ananto menekankan bahwa nama besar Brawijaya harus dimaknai sebagai tanggung jawab untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat dan dunia internasional.
“Brawijaya tidak hanya sekadar nama, tetapi ada tanggung jawab dan nilai besar di dalamnya. Dulu pada era Majapahit, Brawijaya menjadi pusat peradaban Nusantara dan dunia. Sekarang saatnya kejayaan itu diterjemahkan dalam konteks kekinian melalui isu-isu UNESCO,” ujarnya.
Dalam forum tersebut, Ananto juga membahas pentingnya kolaborasi antara ilmu pengetahuan, kebijakan publik, dan aksi inklusif masyarakat dalam menghadapi tantangan krisis air global. Menurutnya, persoalan air saat ini tidak bisa diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara bersama-sama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....