Digitalisasi Pembelajaran Jadi Jembatan Pendidikan Bermutu di Kota Batu
- 03 Mei 2026 18:01 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Malang - Dialog “Malang Menyapa” yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Malang mengangkat tema digitalisasi pembelajaran sebagai jembatan pendidikan bermutu. Acara ini menghadirkan Shintia Rachmayanti, S. Pd., seorang guru Pendidikan Pancasila dari MTs Hasyim Asy’ari Kota Batu untuk berbagi pengalaman langsung.
Dalam kesempatan tersebut, Shintia menekankan bahwa digitalisasi tidak hanya dimaknai sebagai penggunaan teknologi dalam proses pembelajaran di kelas. Ia menyebutkan bahwa pendekatan mengajar yang kreatif juga menjadi bagian penting dari digitalisasi yang relevan bagi siswa masa kini.
“Digitalisasi menurut saya tidak hanya teknologi, tapi bagaimana cara kita mengajar yang bisa menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujarnya pada Sabtu (2/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa generasi saat ini cenderung cepat bosan jika hanya menerima materi dalam bentuk teori tanpa visualisasi. Oleh karena itu, guru perlu menghadirkan metode interaktif agar siswa lebih terlibat dalam proses belajar mengajar di kelas.
Berbagai metode digital telah diterapkan, mulai dari penggunaan video pembelajaran hingga kuis interaktif berbasis aplikasi seperti Quizizz dan Kahoot. Metode tersebut dinilai mampu meningkatkan antusiasme siswa karena menghadirkan suasana belajar yang lebih menyenangkan dan kompetitif.
Selain itu, penggunaan analogi sederhana juga menjadi strategi efektif dalam menjelaskan materi abstrak kepada siswa. Salah satunya adalah mengibaratkan Pancasila sebagai penunjuk arah layaknya navigasi dalam aplikasi peta digital yang sering digunakan sehari-hari.
“Kalau tidak ada Pancasila, kalian juga bisa nyasar seperti saat menggunakan peta tanpa arah,” jelasnya kepada siswa di kelas.
Ia juga menambahkan bahwa pembelajaran yang interaktif mampu membangun keterlibatan emosional siswa terhadap materi yang diajarkan. Hal ini menjadi penting agar pelajaran seperti Pendidikan Pancasila tidak lagi dianggap membosankan oleh peserta didik.
Menurutnya, keberhasilan digitalisasi tidak hanya diukur dari kecanggihan alat yang digunakan dalam pembelajaran. Namun, keberhasilan tersebut juga bergantung pada kreativitas guru dalam mengelola kelas dan menyampaikan materi secara menarik.
Dengan demikian, digitalisasi pembelajaran diharapkan mampu menjadi jembatan menuju pendidikan yang lebih berkualitas dan relevan. Upaya ini memerlukan kolaborasi antara guru, sekolah, dan pemangku kebijakan untuk terus berkembang secara berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....