Komunitas ADS Malang Dorong Literasi AI untuk Daya Saing

  • 27 Apr 2026 08:35 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Komunitas Agro Digital Strategy (ADS) Malang menggelar pelatihan bertajuk “Prokonten AI-Driven Effective” sebagai upaya memperkuat kapasitas masyarakat Malang Raya dalam menghadapi era transformasi digital.

Pelatihan ini tidak sekadar mengikuti tren teknologi, melainkan menjadi langkah strategis dalam meningkatkan daya saing, khususnya di wilayah yang dikenal sebagai kota pendidikan dan pusat kreativitas. Malang yang selama ini dikenal sebagai kota dengan kekuatan akademik dan kreatif, dinilai perlu terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Dirut ADS, Darma Setiawan MMTr atau akrab disapa Semo menyampaikan, melalui penguasaan AI dalam produksi konten, para kreator, akademisi, hingga praktisi dapat menghasilkan karya berkualitas dengan lebih efisien.

"Pemanfaatan AI bukan hanya soal teknologi, tapi bagaimana kita bisa bekerja lebih cepat, tepat, dan tetap kreatif,” ujar Semo, Minggu (26/4/2026).

Suasana pembelajaran AI di basecamp komunitas ADS (Foto: ADS)

Pelatihan ini juga menyasar pelaku UMKM, khususnya di sektor kuliner, pariwisata, dan kriya. Dengan AI, pelaku usaha dapat membuat konten promosi yang lebih profesional tanpa biaya besar. Selain itu, teknologi AI membantu membaca pola pasar sehingga strategi pemasaran menjadi lebih tepat sasaran dan efektif.

Tidak hanya ekonomi, pelatihan ini juga mendorong pelestarian budaya melalui pendekatan digital. Seperti yang sudah diikuti oleh peserta Sugijono Abadi petani dari Gunung Kawi, Yoyok seby dwanoko, dari prodi sistem informasi universitas PGRI Kanjuruhan Malang, Ghifari Amirullah Hakim. Pekerja lepas, Ciciel, Dwi dan Andri dari stasiun radio di Malang.

Pelatihan ini menurut mereka sangat penting dan memberikan manfaat dalam pekerjaan nantinya. “Banyak yang bisa dilakukan dengan menguasai prompt AI dengan efektif, untuk itu saya belajar agar dapat memberikan tampilan yang bagus dan professional dalam karya saya” ungkap Dwi.

AI dimanfaatkan juga untuk mengolah arsip visual dan sejarah agar menjadi konten interaktif berbasis digital serta dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang, salah satunya yaitu kekayaan budaya seperti Topeng Malangan juga Batik Malangan yang dapat dikemas ulang dalam format konten modern yang lebih menarik bagi generasi muda.

Pelatihan AI ini terbukti mampu memberikan dampak luas di berbagai sektor strategis antara lain yaitu membantu tenaga pendidik membuat materi pembelajaran yang lebih adaptif dan visual, memperkuat komunikasi inovasi teknologi kepada Masyarakat dan diharapkan mampu menjembatani teknologi dengan kebutuhan riil masyarakat.

Selain keterampilan teknis, peserta juga dibekali literasi penggunaan AI secara bertanggung jawab. Hal ini penting agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi mampu memanfaatkan teknologi secara etis dan produktif.

Semo juga menegaskan bahwa penguasaan AI menjadi kebutuhan mendasar di berbagai bidang pekerjaan saat ini. “Pengetahuan AI sangat penting bagi siapa saja. Ini bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja,” tegasnya.

Melalui pelatihan ini, masyarakat Malang Raya diharapkan tidak hanya menjadi penonton dalam era revolusi industri 4.0, tetapi mampu menjadi pelaku utama yang menggabungkan kekuatan nilai lokal dengan teknologi global.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....