FISIP Unitri dan BRIN Kolaborasi Riset Pariwisata Berkelanjutan Malang Raya

  • 12 Agt 2026 03:32 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Pengembangan pariwisata Malang Raya berbasis konservasi dan kearifan lokal menjadi fokus riset kolaboratif Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Kolaborasi riset tersebut akan berlangsung selama empat tahun dan diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi berbasis data bagi pengembangan pariwisata yang mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, serta kekayaan sosial dan budaya masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandai dengan pembahasan hasil lapangan dan penandatanganan perjanjian kerja sama di Gedung Widya Graha BRIN, Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dekan FISIP Unitri, Dr. Agung Suprojo, S.Kom., M.AP., hadir dalam agenda tersebut dan diterima Kepala Pusat Riset Humaniora dan Pembangunan BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko, Ph.D.

“Dalam riset ini, FISIP Unitri menjadi bagian dari tim akademisi yang mengkaji strategi pembangunan pariwisata berkelanjutan dengan mengedepankan potensi lokal dan local wisdom yang berkembang di wilayah Malang Raya,” ungkap Agung.

Menurutnya, pendekatan tersebut dinilai penting mengingat potensi pariwisata Malang Raya tidak hanya bertumpu pada bentang alam, tetapi juga mencakup sejarah, budaya, tradisi, kuliner, hingga pengetahuan lokal yang diwariskan masyarakat.

“Hasil riset nantinya diharapkan dapat menjadi bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah di wilayah Malang Raya maupun pemangku kepentingan yang berkaitan dengan sektor pariwisata,” tuturnya.

Cakupan pemangku kepentingan tersebut antara lain pengelola destinasi wisata dan situs sejarah, pelaku perjalanan dan traveling, sektor kuliner, serta komunitas budaya dan masyarakat yang terlibat dalam pengembangan destinasi berbasis kearifan lokal.

Melalui riset selama empat tahun, potensi tersebut akan dipetakan secara lebih komprehensif untuk melihat peluang pengembangannya tanpa menghilangkan karakter dan identitas kawasan.

Keterlibatan FISIP Unitri dalam riset kolaboratif bersama BRIN juga memperluas peran perguruan tinggi dalam menjembatani kebutuhan riset dengan persoalan pembangunan di daerah.

“Pengetahuan yang dihasilkan tidak hanya diarahkan untuk kepentingan akademik, tetapi juga dapat diterjemahkan menjadi rekomendasi yang relevan bagi pemerintah dan pelaku sektor pariwisata,” ujar Agung.

Riset berbasis konservasi dan kearifan lokal tersebut juga diharapkan dapat memberikan perspektif baru dalam pengembangan pariwisata Malang Raya. Pertumbuhan sektor pariwisata diharapkan tetap berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan, pelestarian budaya, dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Bagi kami, kolaborasi ini menjadi bagian dari penguatan tradisi riset yang berorientasi pada dampak. Perguruan tinggi tidak hanya berperan menghasilkan pengetahuan, tetapi juga turut memastikan hasil penelitian dapat memberikan kontribusi terhadap perumusan kebijakan dan pengembangan daerah,” tandasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....