UNESA Perkuat Pendidikan Inklusif Pesisir Pacitan lewat Seni Tari

  • 10 Agt 2026 14:30 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) bersama Komunitas Pacitan Cerdas melakukan pendampingan dan penguatan tata kelola Organisasi Komunitas Pendidikan Inklusif Pesisir di Kabupaten Pacitan. Kegiatan yang berlangsung sejak Juli hingga September 2026 tersebut memanfaatkan seni tari sebagai pendekatan untuk memperkuat kapasitas komunitas sekaligus membangun kesadaran terhadap keberagaman.

Pendampingan melibatkan Gandung Senatama, S.AP., M.AP., dan diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengelolaan organisasi serta memperkuat kerja sama antaranggota komunitas di wilayah pesisir. Praktik seni tari menjadi salah satu pendekatan partisipatif yang digunakan untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pendidikan inklusif.

Perwakilan UNESA, Prof. Dr. Hj. Warih Handayaningrum, M.Pd. mengatakan, kegiatan tersebut tidak semata-mata berfokus pada seni tari, tetapi juga menjadikan seni sebagai media untuk membangun komunitas yang lebih tangguh dan mandiri.

“Transformasi ini bukan hanya tentang seni tari, tetapi tentang membangun komunitas yang tangguh dan mandiri, yang mampu memenuhi tantangan pendidikan inklusif secara berkelanjutan,” ujarnya, Senin (10/8/2026).

Melalui pendampingan, anggota komunitas mendapat penguatan dalam aspek manajerial, pengambilan keputusan, serta pelaksanaan program. Keterlibatan aktif anggota diharapkan membuat pengelolaan program pendidikan inklusif semakin efektif dan mampu menjangkau lebih banyak anak, termasuk anak berkebutuhan khusus.

Pendekatan berbasis seni juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenal dan menghargai keberagaman budaya. Praktik tari dilakukan secara partisipatif sehingga anggota komunitas tidak hanya menjadi peserta, tetapi turut terlibat dalam proses pembelajaran dan pengembangan kegiatan.

UNESA menilai penguatan kapasitas komunitas lokal menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem pendidikan inklusif. Kolaborasi antara perguruan tinggi, komunitas, dan pemangku kepentingan di daerah diharapkan dapat memperkuat jaringan sosial sekaligus mendukung keberlanjutan program pendidikan di wilayah pesisir.

Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), terutama penguatan masyarakat dan infrastruktur sosial yang inklusif serta berkelanjutan. Melalui peningkatan kapasitas organisasi dan pemanfaatan potensi lokal, komunitas diharapkan semakin mampu mengembangkan program secara mandiri.

Prof. Warih menekankan pentingnya keberlanjutan agar manfaat pendampingan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.

“Keberlanjutan adalah kunci untuk memastikan manfaat jangka panjang yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan,” katanya.

Ke depan, kolaborasi UNESA dan komunitas lokal di Pacitan diharapkan dapat terus dikembangkan melalui penguatan kapasitas, riset berbasis kebutuhan masyarakat, serta kemitraan lintas sektor. Dengan demikian, seni tidak hanya menjadi ruang ekspresi budaya, tetapi juga dapat menjadi sarana membangun komunitas yang inklusif dan berdaya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....