Akademisi: Bahan Plastik Bergantung pada Minyak Bumi
- 13 Apr 2026 14:04 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah berdampak luas hingga ke Indonesia, salah satunya memicu kenaikan harga plastik.
Dosen Geologi Minyak dan Gas Bumi Fakultas Matematika dan IPA (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB), Prof. Ir. Adi Susilo menjelaskan, plastik merupakan produk turunan dari minyak bumi, khususnya dari senyawa seperti polipropilen. Ketika harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat gangguan pasokan, maka harga bahan baku plastik turut terdampak. Bahan pembuatan plastik bergantung pada minyak bumi.
“Plastik itu berasal dari minyak bumi. Jadi ketika harga minyak naik, otomatis bahan baku plastik juga naik dan berdampak pada harga produk turunannya,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Senin 13 April 2026.
Menurutnya, sekitar 90 persen bahan baku plastik masih berasal dari minyak bumi. Meskipun terdapat alternatif berbasis tumbuhan atau bioplastik, penggunaannya masih sangat terbatas dan belum mampu bersaing dari segi harga.
Kenaikan harga ini juga diperparah oleh ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku plastik. Meski Indonesia memproduksi minyak bumi sekitar 600-700 ribu barel per hari, tidak seluruhnya dapat diolah di dalam negeri karena keterbatasan spesifikasi kilang.
“Karna pemrosesan minyak bumi kita memiliki spesifikasi tertentu sehingga tidak semua minyak bumi di Indonesia diproses disitu, karena itulah minyak bumi diekspor dalam bentuk mentah,” jelasnya.
Kepala Pusat Studi Kebumian dan Mitigasi Bencana UB ini juga menambahkan, kondisi ini menunjukkan bahwa Indonesia masih bergantung pada dinamika harga energi global, meskipun memiliki cadangan minyak bumi yang cukup besar. Namun, cadangan tersebut tidak dapat dimanfaatkan secara optimal tanpa eksplorasi dan eksploitasi yang berkelanjutan.
Lebih lanjut, ia menilai krisis ini seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Salah satunya melalui peningkatan eksplorasi sumber daya minyak serta pengembangan energi alternatif, meskipun saat ini biayanya masih relatif tinggi.
"Masih ada kawasan potensial minyak bumi yang belum dieksplore," imbuhnya.
Di sisi lain, ia juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sebagai langkah jangka pendek.
“Penggunaan plastik perlu dikurangi, sementara dalam jangka panjang kita harus memperkuat ketersediaan bahan baku dari dalam negeri,” pungkasnya. (Esty/Annisa)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....