UB Dorong Hilirisasi Riset lewat BOUMI

  • 20 Apr 2026 09:03 WIB
  •  Malang
RRI.CO.ID, Malang - Universitas Brawijaya (UB) terus memperkuat hilirisasi riset melalui peluncuran produk personal care anak bernama BOUMI. Inovasi ini dinilai sebagai contoh konkret penerapan model kolaborasi Penta Helix ABCGM (Academics, Business, Community, Government, Media) dalam pengembangan produk berbasis riset.

Wakil Rektor Bidang V UB yang membidangi Riset, Inovasi, dan Kerja Sama, Prof. Unti Ludigdo menyebut BOUMI tidak sekadar produk, melainkan hasil sinergi lintas sektor yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

“Kami tidak ingin riset kami hanya dibaca, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Prof. Unti, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, dari sisi akademisi, UB berperan dalam penyediaan riset dasar, formulasi produk, hingga pengelolaan kekayaan intelektual melalui Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi. Sementara itu, sektor bisnis diisi oleh Cedefindo dari Martha Tilaar Group yang memastikan proses produksi memenuhi standar Good Manufacturing Practice (GMP), sehingga produk layak bersaing di pasar nasional hingga ekspor.

Pada pilar komunitas, kerja sama dilakukan dengan Batu Love Garden (Jatim Park) sebagai jalur distribusi yang menyasar segmen wisata keluarga. Kanal ini dinilai strategis karena sesuai dengan target konsumen BOUMI, yakni orang tua yang peduli terhadap kualitas produk anak.

Adapun peran pemerintah diwakili oleh Brawijaya Multi Usaha (BMU UB) yang merancang skema revenue sharing antara universitas, mitra industri, dan peneliti. Skema ini bertujuan menjaga keberlanjutan ekosistem inovasi secara jangka panjang. Sementara itu, media menjadi pilar penting dalam memperluas jangkauan informasi agar inovasi lokal dapat dikenal luas oleh masyarakat.

“Strategi pengembangan BOUMI tidak hanya menyasar pasar internal kampus, tetapi juga pasar eksternal sebagai uji daya saing produk,” ujarnya.

“Kalau kita hanya kuat di internal, kita akan menjadi jago kandang. Justru ketika produk ini mampu bersaing di luar, maka untuk pasar internal akan jauh lebih mudah,” imbuhnya.

Meski demikian, potensi pasar internal UB juga dinilai sangat besar. Dengan jumlah mahasiswa mencapai sekitar 70 ribu orang, ditambah keluarga dan jejaringnya, BOUMI memiliki basis konsumen yang kuat sebagai langkah awal pengembangan pasar.

“Ke depan, UB juga berencana melibatkan mahasiswa dan alumni sebagai bagian dari ekosistem distribusi. Mereka diharapkan dapat menjadi agen atau distributor di daerah masing-masing, sekaligus memperluas jangkauan produk ke berbagai wilayah di Indonesia,” ungkapnya.

Terkait persaingan pasar, UB menegaskan bahwa BOUMI tidak diposisikan sebagai kompetitor langsung produk yang sudah ada.

“BOUMI sebagai pelengkap yang mengisi segmen tertentu, khususnya kebutuhan personal care anak berbasis riset dan bahan alami,” tandasnya.
google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....