UTBK 2026 Perketat Sistem, Peserta Hanya Bisa Pilih Kota
- 08 Apr 2026 11:33 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang- Pelaksanaan UTBK 2026 menjadi perhatian serius perguruan tinggi negeri, termasuk Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Negeri Malang (UM), yang berada di kawasan Malang Raya. Kedua kampus tersebut menegaskan kesiapan menyeluruh dari sisi sistem, infrastruktur, hingga pengawasan demi memastikan proses seleksi berjalan lancar, adil, dan berintegritas. UTBK tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 21–30 April 2026 dengan jumlah peserta yang mencapai puluhan ribu dari berbagai daerah di Indonesia.
Wakil Rektor Bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso, dalam dialog Malang Menyapa menyampaikan bahwa berbagai langkah proaktif telah dilakukan guna meminimalisasi potensi gangguan selama pelaksanaan ujian.
“Kami menyiapkan komputer dengan standar khusus yang dilakukan fresh install setiap hari, serta memastikan seluruh ruang ujian dilengkapi CCTV dan pengawasan ketat agar pelaksanaan tetap kondusif,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa simulasi nasional telah dilakukan sebanyak dua kali, sehingga kesiapan sistem maupun sumber daya manusia semakin teruji dan matang.
Dari sisi infrastruktur, UB memastikan seluruh perangkat pendukung seperti komputer peserta, jaringan internet, hingga server utama berada dalam kondisi optimal dan stabil. Berbagai langkah antisipatif juga telah disiapkan, termasuk penyediaan genset di setiap lokasi ujian sebagai sumber listrik cadangan jika terjadi gangguan.
“Kami memastikan semua lokasi memiliki sistem cadangan, baik dari sisi listrik maupun server, sehingga jika terjadi kendala dapat segera ditangani tanpa mengganggu jalannya ujian,” jelasnya.
Sementara itu, Kasubdit Seleksi UM, Rizky Firmansyah, menegaskan bahwa pihaknya juga telah mengikuti seluruh standar nasional yang ditetapkan oleh panitia pusat.
Ia mengungkapkan bahwa terdapat kebijakan baru pada pelaksanaan UTBK tahun ini, di mana peserta tidak lagi dapat memilih lokasi kampus tempat mereka mengikuti ujian, melainkan hanya memilih kota pelaksanaan.
“Kebijakan ini diterapkan untuk meminimalisasi potensi kecurangan, karena sebelumnya ada kecenderungan peserta memilih lokasi tertentu yang dianggap lebih longgar. Nantinya, lokasi ujian akan diinformasikan mendekati hari pelaksanaan,” terangnya.
Dengan adanya perubahan sistem tersebut, diharapkan proses seleksi menjadi lebih objektif dan merata di seluruh wilayah. Baik UB maupun UM optimistis bahwa koordinasi yang intensif dengan panitia pusat, ditambah kesiapan teknis yang matang, akan mampu menjaga kualitas dan integritas UTBK 2026.
Kedua institusi juga mengajak masyarakat untuk tetap percaya terhadap sistem seleksi nasional yang terus diperbaiki dari tahun ke tahun demi menghasilkan calon mahasiswa terbaik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....