Polisi Selidiki Dugaan Uang Palsu Rugikan Penjual Jamu di Gandusari

  • 30 Jul 2026 10:25 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Blitar - Beredarnya video seorang penjual jamu yang diduga menjadi korban peredaran uang palsu di media sosial langsung mendapat respons dari jajaran Polsek Gandusari, Polres Blitar.

Polisi turun ke lapangan untuk memastikan kronologi kejadian sekaligus mengumpulkan keterangan dari korban dan saksi.

Kapolsek Gandusari AKP Nanang Budiarto bersama Bhabinkamtibmas mendatangi rumah korban berinisial K (62), warga Desa Garingan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (29/7/2026). Selain memberikan dukungan moril, petugas juga menyerahkan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada korban.

Kapolres Blitar AKBP Ardhy Zul Hasbih Nasution melalui Kapolsek Gandusari AKP Nanang Budiarto mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap dugaan tindak penipuan menggunakan uang palsu tersebut.

"Kami telah meminta keterangan dari korban maupun sejumlah saksi untuk mendalami peristiwa ini. Seluruh informasi yang diperoleh akan menjadi bahan penyelidikan guna mengungkap pelaku," ujar AKP Nanang Budiarto, Kamis (30/7/2026).

Ia menambahkan, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat menerima pembayaran secara tunai, terutama ketika bertransaksi dengan orang yang belum dikenal. Menurutnya, kewaspadaan menjadi langkah awal untuk mencegah kerugian akibat peredaran uang palsu.

"Kami mengimbau masyarakat agar selalu memeriksa keaslian uang yang diterima. Apabila menemukan atau mengalami kejadian serupa, segera laporkan kepada kepolisian atau melalui layanan darurat 110 agar dapat segera kami tindak lanjuti," tambahnya.

Polsek Gandusari memastikan setiap laporan masyarakat terkait dugaan peredaran uang palsu akan ditangani sesuai prosedur hukum yang berlaku. Polisi juga mengajak masyarakat untuk aktif bekerja sama dengan memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas yang mencurigakan di lingkungan sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....