Bea Cukai Malang Gagalkan Penyelundupan Ratusan Kilogram Tembakau Iris Ilegal
- 21 Mei 2026 17:42 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kantor Bea Cukai Malang kembali menggagalkan upaya distribusi Barang Kena Cukai Hasil Tembakau (BKC HT) ilegal jenis tembakau iris (TIS) di ruas Tol Malang–Pandaan pada Minggu (17/5/2026).
Operasi tersebut berhasil menyita 347,5 kilogram tembakau tanpa kemasan eceran maupun dokumen resmi cukai yang diduga akan diedarkan ke luar wilayah Malang.
Kepala Kantor Bea Cukai Malang, J. Pandores, menegaskan bahwa peredaran produk ilegal semacam ini tidak hanya mencederai pendapatan negara, tetapi juga berdampak langsung pada masyarakat.
“Peredaran barang kena cukai ilegal pada akhirnya tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengurangi manfaat yang seharusnya dapat kembali kepada masyarakat,” ujar Pandores melalui keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).
Operasi penindakan ini bermula dari informasi intelijen mengenai sebuah kendaraan roda empat berwarna perak yang diduga membawa muatan ilegal.
Menindaklanjuti laporan tersebut, tim patroli darat melakukan pemantauan intensif di perbatasan Kota dan Kabupaten Malang.
Berbekal analisis profil kendaraan, petugas berhasil mengidentifikasi dan membuntuti sasaran hingga akhirnya melakukan penghentian paksa di Pintu Keluar Tol Gempol, Kabupaten Pasuruan.
Hasil pemeriksaan fisik terhadap kendaraan tersebut mengungkap sembilan karung tembakau iris ilegal dengan total berat mencapai 347.500 gram.
Sebagai tindak lanjut, petugas telah mengamankan sopir, sarana pengangkut, dan seluruh barang bukti ke Kantor Bea Cukai Malang guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dari operasi tersebut, Bea Cukai Malang menaksir nilai barang bukti mencapai Rp95.910.000, dengan potensi kerugian negara yang berhasil diselamatkan sebesar Rp10.425.000.
Langkah tegas ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Bea Cukai dalam mengawasi peredaran produk kena cukai ilegal sekaligus menjaga iklim usaha yang kompetitif serta berkeadilan bagi para pelaku industri yang mematuhi aturan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....