Masyarakat Diminta Waspada, BRI Tegaskan Pengajuan KUR Hanya lewat Kantor Resmi

  • 19 Mei 2026 07:33 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menegaskan bahwa pengajuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) tidak pernah ditawarkan melalui tautan tidak resmi maupun akun media sosial. Bank pelat merah itu memastikan seluruh proses pengajuan KUR hanya dapat dilakukan melalui petugas dan kantor resmi BRI.

Regional CEO BRI Malang, Arie Wibowo, menyebut maraknya tawaran KUR yang beredar melalui pesan singkat, tautan digital, dan media sosial merupakan modus penipuan yang mencatut nama BRI.

"BRI tidak pernah menawarkan ataupun memproses pengajuan KUR secara daring melalui tautan tidak resmi, akun pribadi, maupun pihak yang tidak terafiliasi dengan BRI. Seluruh proses pengajuan KUR hanya dilakukan melalui unit kerja resmi BRI dan diproses langsung oleh petugas BRI resmi," ujarnya, Selasa (19/5/2026).

Ia menjelaskan, masyarakat dapat mengajukan KUR melalui sejumlah kanal resmi, antara lain Kantor Cabang, Kantor Cabang Pembantu, BRI Unit, Teras BRI, AgenBRILink, serta tenaga pemasar resmi yang tersebar di seluruh Indonesia.

BRI juga menegaskan bahwa pengajuan KUR tidak dikenakan biaya apa pun di awal proses. Masyarakat diimbau tidak mudah tergiur tawaran pencairan cepat yang disertai persyaratan tidak wajar.

Lebih lanjut, BRI mengingatkan agar masyarakat tidak memberikan data pribadi maupun informasi perbankan yang bersifat rahasia seperti PIN, kata sandi, kode OTP, atau data lainnya kepada pihak mana pun.

"Setiap permintaan data rahasia nasabah dapat dipastikan merupakan indikasi penipuan. Masyarakat diharapkan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi BRI," kata Arie.

BRI mengajak masyarakat untuk hanya mengakses informasi dari sumber resmi perusahaan, yakni laman resmi BRI, akun media sosial terverifikasi, serta Contact BRI di nomor 14017 atau 1500017.

"Sebagai bagian dari komitmen kami dalam meningkatkan keamanan layanan perbankan, BRI terus memperkuat edukasi literasi keuangan kepada masyarakat sekaligus berkoordinasi dengan pihak berwenang untuk menindaklanjuti berbagai modus penipuan yang mencatut nama perusahaan," pungkas Arie.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....