Dua Remaja Terluka akibat Ledakan Petasan di Musala
- 17 Mar 2026 07:10 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Blitar - Ledakan petasan terjadi di belakang Musala Arruba' Dusun Tapan, Desa Bakung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Selasa (17/3/2026) sekitar pukul 00.30 WIB. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua remaja mengalami luka bakar serius.
Kapolsek Udanawu Polres Blitar Kota, AKP Achmad Rochan mengatakan, pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya suara ledakan di lokasi tersebut. Kemudian piket Polsek Udanawu mendatangi tempat kejadian perkara (TKP).
"Setelah mendapat laporan dari masyarakat, petugas segera menuju TKP. Saat tiba di lokasi, bagian dalam musala sudah dibersihkan, namun ditemukan sisa-sisa ledakan di halaman belakang musala," kata AKP Achmad Rochan, Selasa (17/3/2026).
Petugas kemudian memasang garis polisi di lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Dua korban dalam peristiwa tersebut diketahui berinisial MZ (16) dan MA (19). Keduanya merupakan pelajar yang berasal dari Desa Jemean, Kecamatan Ringinrejo, Kabupaten Kediri.
Akibat ledakan tersebut, korban MZ mengalami luka bakar sekitar 35 persen pada bagian kaki, tangan dan sebagian wajah. Sementara korban MA mengalami luka bakar 42 persen pada bagian dada, kaki, dan wajah. Keduanya saat ini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Al - Ittihad, Srengat.
"Dari lokasi kejadian, kami mengamankan sejumlah barang bukti berupa empat selongsong petasan berdiameter sekitar 4 sentimeter, satu selongsong petasan berdiameter sekitar 8 sentimeter, satu obeng, serta beberapa gulungan kertas," terangnya.
Salah seorang warga Dusun Selorejo, Desa Jemean, Kabupaten Kediri yang rumahnya hanya berjarak 200 meter dari lokasi kejadian bernama Ladi (60) mengaku mendengar beberapa kali suara ledakan sekitar tengah malam. Awalnya ia kaget dan menduga suara keras itu merupakan ledakan, namun ia tak sampai melakukan pengecekan di luar rumah.
"Saya dengar sekitar jam 12-an ada empat kali ledakan. Saya cuma kaget, awalnya saya kira suara dari rumah orang yang meletus atau apa, jadi saya tidak keluar rumah. Baru pagi ini saya kesini dan baru tahu kondisi sebenarnya," ujarnya.
Menurutnya, Musala tersebut biasanya digunakan untuk kegiatan mengaji anak-anak di lingkungan sekitar.
"Disini biasanya dipakai untuk mengaji. Anak-anak sering datang ke Musala ini," tambahnya.
Sekedar diketahui, lokasi Musala berada di wilayah perbatasan Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri. Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....