Teladan Orang Tua Bentuk Karakter Antikorupsi pada Anak
- 14 Agt 2026 21:07 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Karakter antikorupsi anak sangat dipengaruhi perilaku orang dewasa yang mereka lihat, dengar, dan rasakan dalam lingkungan keluarga setiap hari. Orang tua menjadi contoh pertama melalui kejujuran, tanggung jawab, disiplin, serta kepatuhan terhadap aturan dalam kehidupan sehari-hari bersama anak mereka.
Abyz Wigati, Konselor Anak dan Keluarga di Harum Family Centre mengatakan kebiasaan sederhana seperti tertib mengantre dapat menjadi pembelajaran penting tentang disiplin dan menghargai hak orang lain sejak usia dini. Anak belajar bahwa setiap orang memiliki hak yang harus dihormati ketika melihat orang tuanya menjalankan aturan tanpa mencari perlakuan khusus. Sebaliknya, kebohongan yang dilakukan orang tua demi kenyamanan dapat memberikan pesan keliru tentang nilai kejujuran kepada anak sejak kecil.
"Misalnya, orang tua sebaiknya tidak mengajarkan alasan palsu ketika meminta izin sekolah hanya untuk kepentingan pribadi atau keluarga,” katanya dalam dialog SANKSI (Siaran Anti Korupsi) di Pro 1 RRI Malang, Jum’at (14/08/2026).
Anak dapat belajar bahwa menyampaikan alasan sebenarnya merupakan bentuk tanggung jawab, meskipun keputusan tersebut terkadang tidak terasa nyaman bagi keluarga. Kejujuran yang dicontohkan orang tua secara konsisten membantu anak memahami bahwa berkata benar merupakan kebiasaan penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Teladan juga terlihat ketika orang dewasa menyikapi amanah, kesalahan, dan aturan tanpa mencari pembenaran demi menjaga nama baik di hadapan anak," tambahnya.
Sikap ini menunjukkan kepada anak bahwa setiap tindakan memiliki tanggung jawab dan tidak seharusnya ditutupi dengan berbagai alasan. Kalau anak melihat orang dewasa bangga memanfaatkan koneksi atau melanggar aturan, mereka dapat menganggap perilaku tersebut sebagai kewajaran dalam masyarakat. Karena itu, orang tua perlu menjelaskan bahwa keuntungan melalui cara tidak semestinya dapat merugikan orang lain yang lebih berhak.
Keteladanan yang konsisten membuat anak memahami bahwa kejujuran bukan sekadar nasihat, melainkan nilai yang harus diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan. Anak juga belajar bahwa disiplin dan tanggung jawab bukan beban, melainkan bagian penting dari kehidupan bersama yang harus dijalankan.
“Keluarga dapat menjadi ruang pertama untuk membangun sikap bertanggung jawab dan menghargai aturan sejak anak berusia dini. Pendidikan antikorupsi akhirnya membutuhkan perubahan dari orang dewasa terlebih dahulu agar nilai integritas benar-benar menjadi contoh nyata bagi anak,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....