Membuat Nastar Ziyya Cake and Pastry Butuh Ketelitian Tinggi
- 07 Okt 2026 13:31 WIB
- Malang
RRI. CO. ID, Malang - Di balik beragam produk yang dibuat Ziyya Cake and Pastry, nastar menjadi salah satu kue yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam proses pembuatannya. Setiap tahapan dilakukan secara bertahap untuk memastikan ukuran, bentuk, dan kualitas nastar tetap seragam.
Pemilik Ziyya Cake and Pastry, Maufuroh Niamah, mengatakan salah satu bagian yang membutuhkan ketelatenan adalah proses pengisian selai. Selai harus dimasukkan ke dalam setiap adonan satu per satu, sementara adonan kulit juga perlu ditakar agar menghasilkan ukuran kue yang relatif sama.
“Nastar itu perlu diisi selainya satu per satu. Mungkin memang lebih ke telaten. Dari proses mengisi selai sampai menakar adonan kulit, semuanya harus diperhatikan supaya ukurannya sama dan hasilnya seragam,” ungkap Maufuroh .
| Baca juga: Dua Dekade Konsisten Mega Salon Bridal |
Menurutnya, ketelitian tersebut penting karena perbedaan ukuran adonan dapat memengaruhi hasil akhir ketika nastar dipanggang. Karena itu, sebelum dibentuk, adonan kulit ditakar terlebih dahulu, sedangkan selai dipulung atau dibentuk sesuai kebutuhan agar dapat ditempatkan di dalam adonan.
“Selainya dipulung-pulung, kemudian adonan kulit juga ditakar supaya ukurannya sama rata. Jadi, setiap nastar dibuat dengan ukuran yang kurang lebih seragam,” jelasnya.
Setelah selai dimasukkan dan adonan dibentuk, nastar kemudian dipanggang selama sekitar 30 menit. Tahapan tersebut belum menjadi proses akhir karena nastar masih harus dikeluarkan dari oven dan didinginkan sebelum masuk ke tahap berikutnya.
Setelah cukup dingin, permukaan nastar kemudian diberi olesan kuning telur. Maufuroh mengatakan proses pengolesan dapat dilakukan sebanyak dua hingga tiga kali untuk mendapatkan hasil akhir yang sesuai.
“Kita oven sekitar 30 menit, kemudian dikeluarkan dan ditunggu sampai dingin. Setelah itu baru diolesi kuning telur, dan proses pengolesannya bisa dilakukan dua sampai tiga kali,” ujarnya.
Menurut Maufuroh, pengaturan waktu dalam proses tersebut juga menjadi bagian yang tidak kalah penting. Adonan dan nastar tidak bisa dibiarkan terlalu lama dalam kondisi tertentu karena dapat memengaruhi tekstur dan hasil pemanggangan berikutnya.
Ia mengatakan, jika nastar terlalu lama berada di luar sebelum kembali dipanggang, kondisi adonan dapat berubah dan meningkatkan risiko kue pecah ketika masuk oven kembali. Karena itu, setiap tahapan harus dilakukan dengan memperhatikan waktu dan kondisi produk.
“Prosesnya memang harus diperhatikan. Kalau terlalu lama berada di luar sebelum proses berikutnya, kondisi adonan bisa berubah dan ketika dipanggang lagi ada risiko nastarnya pecah. Jadi, selain telaten, kita juga harus memperhatikan waktunya,” kata Maufuroh.
Rangkaian proses tersebut menunjukkan bahwa pembuatan nastar tidak sekadar mencampur bahan dan memanggang adonan. Ketepatan takaran, ketelatenan saat mengisi selai, pengaturan waktu pemanggangan, hingga proses pengolesan menjadi bagian penting untuk menghasilkan nastar dengan bentuk dan kualitas yang konsisten.
-Ira Azlina
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....