Siapkan Peluang Kerja Baru, Disnaker Kabupaten Malang Latih Kewirausahaan

  • 13 Jul 2026 15:20 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang terus mendorong lahirnya pelaku usaha baru melalui program peningkatan keterampilan masyarakat. Salah satunya melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Pembuatan Roti dan Kue yang digelar di Gedung BUMDes Pringgondani, Desa Sukoanyar, Kecamatan Pakis.

Pelatihan yang berlangsung selama beberapa hari tersebut diikuti 16 peserta dari kelompok buruh tani tembakau di Kecamatan Pakis. Selain memperoleh keterampilan teknis membuat berbagai produk roti dan kue, peserta juga mendapatkan pembekalan kewirausahaan sebagai bekal membuka usaha mandiri.

Program ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dan dilaksanakan bekerja sama dengan LPK Nawatta Korea Center. Selama pelatihan, peserta mempelajari 24 resep roti dan kue, mulai dari produk dengan biaya produksi ekonomis hingga produk premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sekretaris Disnaker Kabupaten Malang, Mochamad Yekti Pracoyo, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kompetensi masyarakat sekaligus memperluas peluang kerja.

Menurutnya, kewirausahaan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan baru di lingkungan sekitar.

"Ketika sebuah usaha berkembang, manfaatnya tidak hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga masyarakat sekitar melalui terbukanya kesempatan kerja," kata Yekti dalam keterangannya, Senin (13/7/2026).

Ia menjelaskan, pelatihan keterampilan berbasis kompetensi menjadi salah satu langkah yang ditempuh Pemerintah Kabupaten Malang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung program pemerintah dalam menekan angka pengangguran.

Karena itu, Yekti berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan untuk memulai usaha secara mandiri maupun mengembangkan usaha yang telah dimiliki.

"Saya berharap peserta memiliki keberanian dan komitmen untuk memulai usaha setelah pelatihan ini selesai, sehingga keterampilan yang diperoleh benar-benar memberikan manfaat ekonomi," ujarnya.

Sebagai bagian akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti uji kompetensi untuk mengukur kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan. Hasil uji kompetensi tersebut diharapkan menjadi modal tambahan bagi peserta dalam memasuki dunia kerja maupun merintis usaha di bidang kuliner.

Pemerintah Kabupaten Malang berharap program serupa dapat terus melahirkan masyarakat yang terampil, mandiri, dan produktif. Selain meningkatkan kesejahteraan keluarga, bertambahnya pelaku usaha baru juga diharapkan mampu memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mendorong penyerapan tenaga kerja lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....