Bikin Pakan dari Ikan Hama, KUBE Kerapung Sumberpucung Terima Mesin Produksi Pelet
- 19 Jun 2026 11:51 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Kerapung di Kecamatan Sumberpucung mulai mengembangkan pemanfaatan ikan hama menjadi pakan alternatif bagi budidaya ikan keramba di kawasan Bendungan Karangkates. Upaya tersebut didukung dengan hadirnya mesin pembuat pelet apung yang mampu mengolah hasil tangkapan ikan hama menjadi produk bernilai ekonomi.
KUBE Kerapung yang beranggotakan sekitar 50 peternak ikan keramba selama ini menghadapi dua tantangan sekaligus. Di satu sisi, populasi ikan hama di perairan bendungan cukup tinggi dan mengganggu budidaya. Di sisi lain, biaya pakan terus menjadi komponen terbesar dalam operasional usaha.
Melalui pemanfaatan mesin berkapasitas produksi hingga 200 kilogram per jam, ikan hama yang sebelumnya dianggap mengganggu kini dapat diolah menjadi bahan baku pakan alternatif. Langkah tersebut diharapkan membantu menekan biaya produksi sekaligus meningkatkan efisiensi usaha para anggota kelompok.
Ketua KUBE Kerapung Ida Eva Yunita mengatakan keberadaan mesin tersebut membuka peluang baru bagi peternak dalam memenuhi kebutuhan pakan secara mandiri.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI atas bantuan yang sangat bermanfaat ini. Selama ini biaya pakan menjadi salah satu komponen terbesar dalam usaha budidaya ikan. Dengan adanya mesin pembuat pelet apung, kami dapat memanfaatkan ikan hama yang banyak ditemukan di Bendungan Karangkates menjadi pakan alternatif yang lebih ekonomis," ujarnya, Jumat (19/6/2026).
Menurut Ida, kapasitas produksi mesin yang mencapai 200 kilogram per jam akan membantu memenuhi kebutuhan pakan anggota kelompok. Dengan jumlah anggota sekitar 50 orang, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara merata dan mendukung keberlanjutan usaha budidaya ikan di kawasan Karangkates.
Selain memberikan nilai tambah pada ikan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan secara optimal, pengolahan ikan hama juga dinilai dapat mendukung pengelolaan lingkungan perairan bendungan. Pemanfaatan sumber daya lokal tersebut menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada pakan pabrikan.
Bantuan mesin pembuat pelet apung senilai Rp92 juta tersebut merupakan dukungan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bertajuk BRI Peduli yang disalurkan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Region 13 Malang.
"Program itu ditujukan untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi kelompok peternak ikan sekaligus mendorong pemanfaatan sumber daya yang tersedia di kawasan Bendungan Karangkates," kata Ivan Andrea, Regional Business Support Head BRI RO 13 Malang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....