Primkopti: Kedelai Lokal Lebih Gurih, tetapi Produksi Belum Mampu Penuhi Kebutuhan
- 03 Jun 2026 15:18 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Ketergantungan industri tahu dan tempe terhadap kedelai impor masih menjadi tantangan besar bagi pelaku usaha di Kota Malang. Padahal, dari sisi cita rasa, kedelai lokal dinilai memiliki kualitas yang tidak kalah bahkan lebih baik dibandingkan kedelai impor.
Ketua Primkopti Bangkit Usaha Kota Malang, Chamdani, menjelaskan bahwa perajin sebenarnya tidak keberatan menggunakan kedelai lokal apabila pasokan tersedia secara memadai.
“Sebenarnya tidak keberatan. Kalau ada, justru kedelai lokal lebih enak dan lebih gurih, terutama untuk bahan baku tahu,” tutur Chamdani, Rabu 3 Juni 2026.
Menurutnya, persoalan utama bukan terletak pada mutu kedelai lokal, melainkan keterbatasan produksi di tingkat petani.
“Mungkin dari sisi bisnis, bagi petani lebih menguntungkan menanam komoditas selain kedelai,” katanya.
Ia menilai pemerintah sebenarnya telah berupaya mendorong budidaya kedelai nasional melalui berbagai program pembinaan dan pendampingan. Namun dari sisi ekonomi, banyak petani tetap memilih komoditas lain yang dianggap memberikan keuntungan lebih besar.
Akibatnya, kebutuhan industri tahu dan tempe nasional masih didominasi kedelai impor yang pasokannya lebih stabil.
“Mayoritas perajin tempe menggunakan kedelai impor karena memang yang beredar di Malang dan Indonesia sebagian besar adalah kedelai impor,” tegas Chamdani.
Selain ketersediaan, karakter fisik kedelai impor dan lokal juga berbeda. Kedelai impor umumnya berukuran lebih besar dan dalam kondisi kering karena proses distribusi yang panjang. Sebaliknya, kedelai lokal cenderung lebih segar karena baru dipanen.
“Kalau musim panen, kedelai lokal masih cenderung basah karena lebih fresh. Sedangkan kedelai impor sampai di Indonesia sudah dalam kondisi kering,” imbuhnya.
Ia berharap pemerintah terus memperkuat produksi kedelai nasional sehingga ketergantungan terhadap impor dapat berkurang. Dengan meningkatnya produksi lokal, pelaku usaha tidak hanya memperoleh bahan baku yang lebih dekat dan stabil, tetapi juga dapat mengurangi dampak fluktuasi kurs dolar terhadap biaya produksi tahu dan tempe.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....