UMKM Catering Keluhkan Harga Minyak dan Plastik Naik Bersamaan

  • 13 Apr 2026 13:50 WIB
  •  Malang

RRI.CO.ID, Malang - Kenaikan harga plastik di tengah situasi krisis global turut berdampak pada pelaku usaha, termasuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) catering, yang mulai merasakan efek berantai dari naiknya harga bahan baku dalam kemasan hingga minyak goreng.

Pemilik Dapoer Kays Malang, Melanie, mengaku kenaikan harga plastik mulai terasa meski belum terlalu signifikan memengaruhi usahanya saat ini.

Namun, ia menyadari adanya lonjakan harga saat melakukan pembelian ulang stok plastik.

“Biasanya beli seharga 10 ribu rupiah, tiba-tiba saya cek naiknya 20 ribu rupiah,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Senin 13 April 2026.

Melanie menjelaskan kebutuhan plastik dalam usahanya didominasi kantong kresek untuk pengemasan pesanan.

“Untuk packing tas kresek aja, saya sih nggak banyak plastik sendok tapi lebih banyak di plastik kresek,” katanya.

Selain plastik, kenaikan juga dirasakan pada komoditas lain seperti minyak goreng yang menjadi salah satu kebutuhan utama bisnis cateringnya, yang berdampak langsung pada biaya produksi.

“Minyak goreng yang biasanya 36 atau 38 ribu jadi 40 ribu sekianuntuk kemasan refill 2 liter. Dan itu yang paling murah,” ungkapnya.

Menurutnya, kenaikan harga plastik dan minyak memiliki keterkaitan karena kemasan minyak juga berbahan plastik.

“Karena kemasan plastiknya itu, akhirnya ngaruh juga nanti ke masakan kalau bahan baku ini naik,” ujarnya.

Meski demikian, hingga saat ini Melanie belum menaikkan harga jual produknya dan masih melakukan penyesuaian.

“Kalau dari usaha saya belum ada kenaikan,” katanya.

Ia berharap ada solusi dari pemerintah terkait kenaikan harga plastik yang berdampak luas pada pelaku usaha kecil.

“Harus ada solusi dari pemerintah, jangan semua naik tapi nggak ada solusi,” harapnya di akhir perbincangan. (Esty/Meuthia)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....