Gubernur Khofifah Apresiasi Pemkot Probolinggo Berhasil Kendalikan Inflasi

  • 09 Jun 2026 18:49 WIB
  •  Malang

RRI. CO. ID, Probolinggo – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah sebagai upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok dan memperkuat daya beli masyarakat. Kota Probolinggo menjadi lokasi pelaksanaan pasar murah ke-76 yang digelar di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Bunderan Gladak Serang, Senin (8/6/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Ratusan warga memadati lokasi untuk membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibandingkan harga pasar.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hadir langsung meninjau pelaksanaan pasar murah didampingi Aminuddin, Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari serta Ketua TP PKK Kota Probolinggo, Evariani.

Selain meninjau stan kebutuhan pokok, rombongan juga mengunjungi pelaku UMKM dan menikmati suasana kawasan kuliner yang telah menerapkan konsep Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman dan Sehat).

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menegaskan pasar murah menjadi langkah strategis pemerintah untuk menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok di tengah masyarakat.

“Fokus utama kami dalam pasar murah ini guna memastikan ketersediaan dan keterjangkauan komoditas pokok yang dijual dengan harga lebih murah dari harga pasar. Ini pasar murah yang ke-76, harapannya juga dapat menstabilisasi harga,” ujarnya.

Khofifah juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Probolinggo yang berhasil meraih penghargaan nasional sebagai daerah dengan kinerja pengendalian inflasi terbaik.

Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan sinergi yang baik antara pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Aminuddin mengatakan capaian tersebut merupakan hasil berbagai langkah strategis yang dilakukan sejak akhir tahun 2025, ketika inflasi Kota Probolinggo sempat berada pada posisi tinggi di Jawa Timur.

Melalui operasi pasar secara rutin, pasar murah, serta optimalisasi toko pengendalian inflasi, laju inflasi berhasil ditekan hingga mencapai angka 0,3 persen menjelang penilaian nasional.

“Dengan masifnya pasar murah yang dilakukan ternyata sangat membantu masyarakat. Tujuannya menekan laju inflasi sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi dengan baik,” katanya.

Kepala Disperindag Jawa Timur, Iwan S. Hut, menjelaskan setiap lokasi pasar murah mendapat pasokan 10 ton beras SPHP, 400 paket Minyakita dan 300 kilogram telur.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan arahan langsung dari Gubernur Jawa Timur untuk menjaga stabilitas harga pangan di berbagai daerah.

Dalam pasar murah tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, di antaranya gula pasir Rp14 ribu per kilogram, Minyakita Rp13 ribu per liter, beras SPHP Rp55 ribu per kemasan 5 kilogram, telur Rp22 ribu per kilogram, bawang putih kemasan 250 gram Rp6 ribu, bawang merah Rp7 ribu per kemasan, serta ayam broiler Rp30 ribu per paket.

Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap stabilitas harga pangan tetap terjaga sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat Kota Probolinggo di tengah dinamika perekonomian saat ini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....