BI Malang Pacu Ekonomi Kreatif Jadi Sumber Pertumbuhan Baru
- 28 Agt 2026 06:29 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang mendorong sektor industri kreatif berbasis teknologi digital menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Malang Raya.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah yang masih menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I 2026, wilayah kerja KPwBI Malang mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 6,36 persen.
Kepala KPwBI Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan pertumbuhan tersebut perlu dijaga melalui penguatan sektor ekonomi baru sekaligus peningkatan efisiensi pada sektor usaha yang telah berjalan.
"Momentum pertumbuhan ini harus kita jaga bersama melalui optimalisasi teknologi dan industri kreatif. Maksudnya agar memberikan dampak konkret serta berkelanjutan bagi kemajuan ekonomi di daerah," tegas Indra, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, ketidakpastian geopolitik global masih menjadi tantangan bagi perekonomian. Gejolak tersebut dapat memengaruhi nilai tukar rupiah, perdagangan, hingga aktivitas ekonomi secara luas.
Namun, perekonomian domestik masih memiliki daya tahan. Pada triwulan II 2026, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat mencapai 5,29 persen.
Di Malang Raya, sektor tersier seperti perdagangan, akomodasi, serta bisnis kuliner menjadi salah satu penggerak ekonomi. Konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah melalui berbagai program strategis, serta investasi turut menopang pertumbuhan.
BI Malang menilai pengembangan ekonomi kreatif berbasis teknologi dapat memperluas sumber pertumbuhan sekaligus menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat.
Dari sisi kebijakan, Bank Indonesia juga memberikan dukungan melalui bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran. Salah satunya melalui insentif likuiditas bagi perbankan yang menyalurkan kredit ke sektor prioritas seperti hilirisasi, pertanian, dan industri padat karya.
Selain itu, fasilitas uang muka nol persen untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan kendaraan bermotor terus dilanjutkan. Kebijakan tersebut diharapkan ikut menjaga konsumsi sekaligus mendorong aktivitas ekonomi.
"sinergi antara BI dan pemerintah daerah diperlukan agar potensi ekonomi baru dapat dikembangkan tanpa menambah beban masyarakat," Tegas Indra.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....