Tembus Rp2,2 T, Transaksi QRIS dan BRImo di Malang Tegaskan Tren Migrasi Digital
- 01 Jun 2026 07:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Arus digitalisasi keuangan di wilayah Malang Raya makin tak terbendung. Hal ini tercermin dari akumulasi nilai transaksi digital melalui QRIS dan aplikasi super apps BRImo di wilayah kerja BRI Region 13 Malang yang menembus angka lebih dari Rp2,2 triliun sepanjang periode Januari hingga Mei 2026.
Lonjakan angka fantastis ini menjadi bukti nyata meluasnya adopsi ekosistem nontunai (cashless) di tingkat masyarakat dan pelaku usaha lokal.
Secara rinci, kontribusi terbesar disumbang oleh perputaran uang melalui QRIS BRI yang mencapai Rp2,05 triliun dari Januari hingga Mei 2026.
Nilai transaksi tersebut digerakkan oleh sedikitnya 382 ribu pelaku usaha (merchant) yang kini telah bermigrasi menggunakan kode respons cepat (QR code) sebagai metode pembayaran utama mereka.
Sementara itu, dari sektor retail, pertumbuhan penetrasi aplikasi digital juga melaju pesat.
Hingga April 2026, jumlah pengguna BRImo di wilayah kerja BRI Region 13 Malang telah menyentuh angka 3,3 juta pengguna (user), dengan akumulasi nilai transaksi sepanjang lima bulan pertama tahun ini mencapai Rp156 miliar.
Regional Funding & Retail Transaction Banking Head BRI Malang, Triyoga Agung Wibowo, mengatakan bahwa transformasi digital yang masif ini merupakan bagian dari langkah nyata perbankan dalam menghadirkan layanan yang relevan dengan kebutuhan modern.
"Pertumbuhan penggunaan QRIS BRI dan BRImo menunjukkan bahwa masyarakat dan pelaku UMKM di Malang Raya makin adaptif terhadap transaksi digital. Metode pembayaran nontunai ini memberikan efisiensi tinggi, aman, dan praktis untuk aktivitas ekonomi sehari-hari," ujar Triyoga, Senin (1/6/2026).
Melalui satu kode QRIS, pelaku usaha kini dapat menerima pembayaran dari berbagai platform dompet digital (e-wallet) maupun aplikasi perbankan lain secara seketika (real-time).
Langkah ini tidak hanya memangkas birokrasi pengelolaan uang tunai di tingkat pedagang, tetapi juga mempercepat rantai transaksi di masyarakat tanpa perlu mengkhawatirkan uang kembalian.
Di sisi lain, platform BRImo juga terus berevolusi menjadi ekosistem finansial satu pintu (one-stop financial solution).
Melalui aplikasi ini, jutaan nasabah di Malang Raya dapat mengelola kebutuhan perbankan mereka, mulai dari transfer bertenaga tinggi, pembayaran tagihan rutin, isi ulang dompet digital, hingga investasi, langsung dari ponsel pintar mereka kapan saja.
Kendati demikian, Triyoga menegaskan bahwa lompatan digitalisasi ini wajib dibarengi dengan kewaspadaan tingkat tinggi dari sisi keamanan siber (cyber security).
Pihaknya secara konsisten mengimbau nasabah untuk memperlakukan data perbankan sebagai aset paling rahasia.
"Kemudahan layanan digital harus diimbangi dengan kesadaran akan keamanan bertransaksi. Karena itu, kami secara konsisten mengedukasi masyarakat untuk selalu berhati-hati terhadap berbagai modus kejahatan digital (social engineering) yang mengatasnamakan perbankan. Jangan pernah memberikan PIN, kata sandi (password), maupun kode OTP kepada pihak mana pun," tegas Triyoga.
Melalui penguatan infrastruktur digital dan perluasan merchant QRIS hingga ke pelosok pasar tradisional di Malang, Batu, dan sekitarnya, ekosistem non-tunai ini diharapkan dapat terus memacu perputaran ekonomi daerah yang lebih inklusif dan transparan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....