Penjualan Eceran Februari 2025 Masih Tertekan

  • 09 Mar 2025 09:10 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang : Penjualan eceran di Kota Malang diprakirakan masih mengalami kontraksi pada Februari 2025. Berdasarkan hasil Survei Penjualan Eceran (SPE) Bank Indonesia Malang, penjualan eceran bulan ini diperkirakan terkontraksi -4,09% (mtm), sedikit membaik dibandingkan kontraksi bulan sebelumnya yang mencapai -6,99% (mtm).

Tiga kelompok komoditas dengan penurunan omzet terdalam secara bulanan adalah suku cadang dan aksesori (-9,05% mtm), peralatan dan komunikasi di toko (-7,25% mtm), serta kendaraan (-6,04% mtm).

Kelompok suku cadang dan aksesori mengalami kontraksi terdalam, terutama di subsektor suku cadang dan aksesori mobil yang turun -9,94% (mtm). Penurunan ini dipengaruhi oleh berakhirnya program promo dan diskon untuk pembelian suku cadang dan jasa servis dari beberapa merek kendaraan.

Sementara itu, kelompok peralatan dan komunikasi di toko mengalami kontraksi -7,25% (mtm), berbanding terbalik dengan pertumbuhan bulan sebelumnya yang mencapai 0,96% (mtm). Sub-sektor perlengkapan telekomunikasi menjadi penyumbang utama dengan penurunan -7,90% (mtm). Responden SPE menyebutkan minat konsumen terhadap ponsel premium menurun, sementara permintaan ponsel kelas menengah meningkat.

Kelompok kendaraan juga masih terkontraksi sebesar -6,04% (mtm), sedikit lebih baik dibandingkan penurunan bulan sebelumnya -6,54% (mtm). Penurunan terdalam terjadi pada subkelompok mobil (-6,48% mtm), yang disebabkan oleh berakhirnya program promo dan diskon dari dealer.

Kepala Perwakilan wilayah Bank Indonesia Malang, Febrina, menyatakan bahwa tekanan terhadap penjualan eceran masih terjadi, meski ada sedikit perbaikan dibanding bulan sebelumnya.

"Kontraksi masih terjadi pada beberapa kelompok komoditas utama, tetapi tekanan ini mulai mereda dibandingkan bulan sebelumnya," ujarnya, Minggu (9/3/2025).

Ia menambahkan bahwa Bank Indonesia akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.

"Kami berkomitmen memperkuat sinergi dengan berbagai pihak guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil," kata Febrina.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....