Daya Beli Melemah, Pelaku Usaha Pangan Andalkan Penjualan Online
- 11 Jun 2026 11:32 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang – Kenaikan harga kebutuhan pokok mulai memengaruhi pola belanja masyarakat dan menekan omzet pelaku usaha pangan. Konsumen kini cenderung mengurangi jumlah pembelian untuk menyesuaikan pengeluaran rumah tangga yang semakin besar.
Owner Hamy Food Kota Batu, Dewi Mastukha Nurdiastri, mengatakan masyarakat tidak selalu beralih ke produk yang lebih murah, tetapi memilih mengurangi kuantitas belanja.
"Kalau yang biasanya beli dua atau tiga, sekarang dikurangi," ujarnya dalam program Halo RRI, Kamis, 11 Juni 2026.
Menurut perempuan yang biasa dipanggil Astri ini, kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya kebutuhan keluarga menjelang tahun ajaran baru sekolah. Akibatnya, penjualan di toko offline mengalami penurunan cukup signifikan.
"Untuk offline store memang banyak yang turun drastis. Daya beli masyarakat otomatis ikut turun," katanya.
Di sisi lain, pelaku usaha juga menghadapi kenaikan biaya operasional, termasuk tagihan listrik yang naik sekitar Rp300 ribu per bulan untuk menunjang usaha frozen food.
"Yang paling kami khawatirkan tentu omzet turun, sementara operasional tetap jalan dan listrik freezer terus menyala," ungkapnya.
Untuk bertahan, Hamy Food memperluas pemasaran melalui marketplace dan berbagai program promosi.
"Kami menggalakkan penjualan online, bundling produk, hingga subsidi ongkir supaya daya beli masyarakat tetap bergerak," jelas Astri.
Meski stok barang masih aman, ia berharap pemerintah dapat menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat dan kondisi usaha dapat kembali pulih.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....