Memilih Rumah dengan Konsep Healing, Ini Kata Kontraktor

  • 06 Okt 2025 21:54 WIB
  •  Malang

KBRN, Malang: Tren hunian dengan konsep “healing” semakin diminati masyarakat, terutama di wilayah Malang yang dikenal berhawa sejuk dan memiliki lanskap alam yang menenangkan. Tak lagi sekadar tempat tinggal, rumah kini dipilih berdasarkan suasana yang mampu meredakan stres dan menunjang kesehatan mental penghuninya.

Dua narasumber dialog Malang Siang Ini dari IWAPI Kota Malang yang bergerak di bidang berbeda, yakni kontraktor perumahan dan pelaku tour and travel, mengungkapkan pandangan mereka terkait fenomena ini.

Novianita Rahmawati, ST, kontraktor perumahan sekaligus pengembang kawasan hunian di Kabupaten Malang, menyebut bahwa konsep healing house biasanya memprioritaskan tata ruang alami.

“Pembeli sekarang tidak hanya cari bangunan kokoh, tapi suasana yang bikin tenang. Di Malang, kami banyak pakai desain dengan bukaan lebar, taman belakang, dan material alami seperti kayu atau batu alam,” tuturnya.

Menurut owner alissa property ini, kawasan seperti Dau, Batu, hingga Karangploso menjadi favorit karena panorama pegunungan dan udara yang lebih bersih.

“Kawasan hijau dan sirkulasi udara jadi pertimbangan utama. Bahkan beberapa klaster sekarang menyediakan area refleksi, taman meditasi, atau mini garden di setiap unit,” tambahnya.

Sementara itu, pelaku tour and travel sekaligus owner agen perjalanan Megatrav Tour & Mice, Nur Aryanti, ST., melihat tren ini dari sisi lifestyle masyarakat urban. Ia menilai minat terhadap rumah bernuansa healing muncul karena orang ingin suasana seperti liburan tanpa harus bepergian jauh.

“Wisata healing seperti glamping, villa private, dan retreat di Malang meningkat drastis beberapa tahun terakhir. Sekarang banyak keluarga ingin rasa yang sama di tempat tinggal mereka,” ujar wanita berhijab ini.

Menurut Yanti, beberapa calon pembeli bahkan mengombinasikan hunian dengan fungsi staycation atau homestay.

“Banyak dari mereka tanya akses ke wisata alam, suasana sunyi, dan bagaimana lingkungan sosialnya. Jadi aspek healing itu bukan cuma desain rumah, tapi juga lokasinya,” jelas Yanti.

Keduanya sepakat bahwa konsep healing bukan tren sesaat, melainkan respons terhadap gaya hidup modern yang penuh tekanan.

“Malang punya modal besar: udara dingin, pegunungan, dan budaya lokal yang mendukung ketenangan. Tinggal bagaimana pengembang dan calon pembeli menerjemahkan konsep healing itu secara realistis,” pungkas Novi.

Dengan berkembangnya kebutuhan akan ketenangan dalam lingkungan tempat tinggal, Malang tampaknya siap menjadi kota hunian sehat sekaligus destinasi healing dalam arti yang lebih pribadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....