Rupiah Melemah, Pengembang Terjepit Kenaikan Material dan Turunnya Daya Beli
- 23 Mei 2026 10:58 WIB
- Malang
RRI.CO.ID, Malang - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai memberikan tekanan serius terhadap industri properti nasional. Kenaikan harga material bangunan dan menurunnya daya beli masyarakat membuat pengembang harus mencari strategi agar bisnis tetap berjalan di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil.
Wakil Sekretaris Jenderal DPP REI, Tri Wediyanto, mengatakan dampak pelemahan rupiah dirasakan hampir di seluruh rantai industri properti, mulai dari biaya pembangunan hingga pemasaran produk.
“Saya rasa dampaknya sangat signifikan. Dalam pembangunan perumahan, pasar menentukan harga material maupun daya beli pembelinya. Ketika kurs melemah, semuanya ikut terdampak,” ujarnya dalam Dialog Malang Menyapa, Jumat 22 Mei 2026.
Menurut Tri, berbagai material utama seperti semen, besi, pasir hingga bata merah mengalami kenaikan harga sehingga meningkatkan biaya konstruksi proyek perumahan.
“Dalam pembangunan perumahan itu banyak komponen. Ada bata merah, semen, besi, dan semuanya naik,” katanya.
Di sisi lain, kenaikan biaya pembangunan tidak serta-merta dapat dibebankan kepada konsumen karena daya beli masyarakat sedang mengalami tekanan akibat kondisi ekonomi global.
“Daya beli masyarakat menurun karena kebutuhan pokok juga naik. Jadi pasar properti ikut terkena dampaknya,” ujarnya.
Kondisi tersebut membuat sebagian pengembang menunda pembangunan rumah komersial dan lebih fokus menggarap rumah subsidi yang pasarnya dinilai masih bergerak.
“Kalau sekarang menjual rumah komersial yang mahal, pasarnya sedang lesu. Karena itu banyak pengembang mengutak-atik strategi melalui rumah subsidi agar cash flow tetap berjalan,” kata Tri.
Ia mengungkapkan harga rumah subsidi di Jawa Timur saat ini masih berada pada kisaran Rp166 juta dan belum mengalami penyesuaian selama lebih dari dua tahun. Padahal, dalam periode yang sama biaya konstruksi terus meningkat.
Menurut REI, pemerintah perlu hadir melalui berbagai kebijakan pendukung untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan sektor properti. Langkah tersebut dapat berupa penyederhanaan perizinan, insentif perpajakan maupun kebijakan lain yang mampu menekan biaya produksi pengembang tanpa mengorbankan kualitas bangunan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....