AIESEC in UMM Ajak Mahasiswa Asing Mengenal Budaya Bersama Unitri Malang
- 26 Jul 2026 14:22 WIB
- Malang
RRI.CO.ID Malang – AIESEC in Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menghadiri kegiatan Sarasehan Budaya Nasional dan Pertunjukan Wayang Kulit yang diselenggarakan oleh Forum Lembaga Kebudayaan Nasional bekerja sama dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) di Kampus III Agroedupark UNITRI, Wagir, Kabupaten Malang, pada Sabtu (25/7/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Budaya Nusantara Sampai Kapan Bertahan?” ini diselenggarakan dalam rangka memperingati peresmian Rusunawa Universitas Tribhuwana Tunggadewi sekaligus menjadi wadah untuk melestarikan dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat serta mahasiswa dari berbagai daerah dan negara.
Keikutsertaan AIESEC in UMM dalam kegiatan ini merupakan undangan langsung dari Agung Suprojo, selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Undangan tersebut menjadi bentuk kolaborasi dalam memperkuat pertukaran budaya sekaligus memberikan kesempatan kepada mahasiswa internasional untuk mengenal warisan budaya Indonesia secara lebih dekat.
Dalam kegiatan ini, AIESEC in UMM tidak hanya menghadirkan mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga mengajak mahasiswa internasional untuk merasakan secara langsung kekayaan budaya Indonesia. Mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini terdiri atas Li Shuangli dan Ruowei Li dari Mainland of China; Kush Shah, Aryan Solanki, dan Niharika Davda dari India; Najwa Raisya Kamilah dari Lamongan; Syifa Salwa Salsabila dari Bogor; Bilqis Arifa Hafsah dan Nastiti Tertia Widyadhana dari Mojokerto; Suci Karunia Ningrum dari Papua Barat; Fatma Ali Mauladawilah dari Bangil; Anggi Apriyani dari Banten; Yasmin Raisya Fedora dan Navishah J dari Kalimantan; Camelia Najwa dari Jawa Timur; serta Alikatus dari Trenggalek.
Sesampainya di lokasi kegiatan, seluruh peserta disambut hangat oleh Agung Suprojo, Sebelum rangkaian acara utama dimulai, para peserta diajak mencoba memainkan alat musik tradisional Jawa, seperti gamelan, sehingga mereka dapat merasakan pengalaman langsung memainkan instrumen yang menjadi bagian penting dari seni pertunjukan wayang kulit.
Selain itu, peserta juga mengikuti tur mengelilingi Kampus III Universitas Tribhuwana Tunggadewi untuk melihat berbagai fasilitas kampus, termasuk Rusunawa yang baru diresmikan. Kunjungan tersebut memberikan kesan mendalam, terutama bagi mahasiswa internasional yang mengaku kagum dengan fasilitas kampus yang modern dan lingkungan belajar yang nyaman.
Menjelang malam hari, seluruh peserta mengikuti makan malam bersama dengan suasana penuh keakraban. Tradisi makan bersama sebelum dimulainya pertunjukan menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya lokal yang memperlihatkan nilai kebersamaan dan kekeluargaan yang masih dijaga oleh masyarakat Jawa.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan Sarasehan Budaya Nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber dan budayawan, di antaranya Ki Jlitheng Suparman sebagai dalang, Dr. Edi Purwanto, Soetanto, Ki Basuki Singowijoyo, serta Ki Widodho Darpmoko. Diskusi budaya tersebut mengangkat pentingnya menjaga identitas bangsa melalui pelestarian budaya Nusantara di tengah perkembangan zaman.
Pada pukul 20.00 WIB, pertunjukan wayang kulit resmi dimulai setelah rangkaian sambutan dari berbagai pejabat dan perwakilan daerah. Sebagai bagian dari kemeriahan acara, seluruh mahasiswa yang hadir, baik dari Indonesia maupun luar negeri, diberikan kesempatan untuk naik ke atas panggung memperkenalkan diri serta menyampaikan asal daerah maupun negara masing-masing. Momen ini menjadi simbol persahabatan lintas budaya sekaligus mempererat hubungan antarbangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Kush Aryan Solanki mewakili peserta asal India menyampaikan rasa terima kasih kepada Universitas Tribhuwana Tunggadewi dan LPP RRI Malang atas undangan serta sambutan hangat yang diberikan.
"Terima kasih. Saya sungguh mengapresiasi undangan ini," ujarnya.
Li Shuangli dari Mainland China juga menyampaikan apresiasinya kepada pihak universitas karena telah memberikan kesempatan untuk mengenal budaya Indonesia melalui pertunjukan wayang kulit yang meriah dan berkesan.
Mahasiswa internasional lainnya, termasuk peserta asal Sudan, turut menyampaikan kesan positif mereka terhadap keramahan masyarakat Indonesia dan pengalaman budaya yang mereka rasakan selama mengikuti kegiatan.
Suasana semakin semarak ketika seluruh peserta diajak naik ke atas panggung untuk menari bersama sebagai simbol persatuan dalam keberagaman.
Acara kemudian ditutup dengan penampilan spesial dari Niharika Davde, mahasiswa asal India, yang membawakan lagu populer “Kuch Kuch Hota Hai” dan berhasil menghibur seluruh tamu undangan yang hadir.
Melalui kegiatan ini, AIESEC in UMM berharap kolaborasi dengan Universitas Tribhuwana Tunggadewi dan berbagai pihak dapat terus terjalin dalam menghadirkan kegiatan-kegiatan yang memperkenalkan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional. Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa budaya dapat menjadi jembatan untuk membangun pemahaman, persahabatan, dan kerja sama antarbangsa, sekaligus mendorong generasi muda untuk terus melestarikan warisan budaya Nusantara.(Dwi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....